PELAKSANAAN KELUARGA BERENCANA DI DESA TITAB BUSUNGBIU BULELENG (PERSPEKTIF SOSIORELIGIUS)

NI LUH SUKENDI, - (2008) PELAKSANAAN KELUARGA BERENCANA DI DESA TITAB BUSUNGBIU BULELENG (PERSPEKTIF SOSIORELIGIUS). Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

[thumbnail of Tesis] Text (Tesis)
25. S2 BW 2008 NI LUH SUKENDI.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (17MB)

Abstract

ABSTRAK

PELAKSANAAN KELUARGA BERENCANA
DI DESA TITAB, BUSUNGBIU, BULELENG
(PERSPEKTIF SOSIO RELIGIUS)

Oleh: NI LUH SUKENDI

Upaya program keluarga berencana untuk mewujudkan Norma Keluarga
Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS) nampaknya belum sepenuhnya dapat diterima
oleh semua lapisan masyarakat. Di beberapa daerah di mana masyarakatnya masih
akrab dengan budaya banyak anak banyak rejeki tiap anak membawa rejeki
sendiri-sendiri, ataupun anak sebagai tempat bergantung di hari tua nampaknya
masih agak sulit menerima konsep program keluarga berencana. Di samping itu
membatasi kelahiran adalah membatasi leluhur untuk numitis atau lahir kembali.
Pelaksanaan keluarga berencana sudah dikenal oleh masyarakat Hindu di Bali
sejak dahulu sebelum keluarga berencana Nasional dicanangkan, dapat dilihat dari
penamaan anak, Wayan, Nengah, Nyoman dan Ketut.
Program keluarga berencana yang tertuang dalam slogan dua anak cukup
laki perempuan sama saja masih agak sulit diterima. Hal ini berkaitan dengan
pemilikan jumlah anak ideal bagi masing-masing keluarga. Selain itu ada juga
yang mengharuskan keluarga yang memiliki anak laki-laki maupun anak
perempuan sekaligus di dalam kehidupan keluarga. Hambatan budaya ini
dibuktikan dengan masih dijumpainya sekelompok wanita yang telah memiliki
anak banyak, namun tetap bersikukuh tidak mau menggunakan alat kontrasepsi.
Tidak mustahil di antara mereka merasa belum memiliki jumlah anak yang cukup
atau belum memiliki anak dengan jenis kelamin sebagaimana yang diharapkan.
Untuk mengidentifikasi hal-hal penting yang dapat menyelaraskan
pelayanan keluarga berencana. Program keluarga berencana nasional menyatakan
kembali komitmennya terhadap hak-hak individu dan pasangannya untuk
menentukan jumlah anak, saat yang cocok untuk mendapatkannya, serta cara yang
tepat untuk mencapai tujuan. Penelitian ini mengkaji Pelaksanaan Keluarga
Berencana di Desa Titab, Busungbiu, Buleleng dengan membahas bentuk dan
faktor penyebab, persepsi masyarakat serta tujuan pelaksanaan keluarga berencana
dalam kajian perspektif sosio religius. Adapun rumusan masalah meliputi: 1)
Bentuk dan faktor apa yang menyebabkan keberhasilan keluarga berencana, 2)
Bagaimana persepsi masyarakat tentang pelaksanaan keluarga berencana, 3) Apa
tujuan pelaksanaan keluarga berencana ditinjau dari perspektif sosio religius.
Melalui penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan tujuan
penelitian deskriptif, diperoleh data primer dan data skunder. Data primer
diperoleh dengan teknik wawancara berstruktur, teknik observasi kuasi partisipasi,
sedangkan data skunder diperoleh melalui teknik telaah dokumen. Data dan
informasi yang diperoleh diuji kesahihan dan tingkat reliabilitasnya melalui teknik
pengujian keabsahan data. Aktivitas pemeriksaan keabsahan data dilakukan
melalui keikut sertaan peneliti, ketekunan, pengamatan, dan kecukupan referensi.
Untuk membedah permasalahannya menggunakan teori Hegemoni
membedah bentuk dan faktor penyebab keberhasilan pelaksanaan keluarga
berencana, teori Interaksionisme-Simbolik, teori Fungsionalisme-Struktural dan
teori Religi untuk membedah permasalahan persepsi masyarakat dan tujuan
pelaksanaan keluarga berencana.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: pengumpulan data,
analisis data, dan teknik penyajian hasil. Metode pengumpulan data meliputi :
observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Dalam menganalisis
data digunakan metode kualitatif fenomenologis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk dan faktor penyebab
keberhasilan keluarga berencana: pelayanan keluarga berencana, kesehatan
reproduksi remaja, partisipasi pria dalam keluarga berencana, kegiatan
penyuluhan, landasan hukum. Persepsi masyarakat tentang pelaksanaan keluarga
berencana, persepsi sosial dan persepsi relegius. Sedangkan tujuan pelaksanaan
keluarga berencana di antaranya menjaga kesehatan reproduksi, mewujudkan
keharmonisan dan keseimbangan, mewujudkan norma keluarga kecil yang
bahagia dan sejahtera dengan melahirkan suputra.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Pascasarjana > S2 - Brahma Widya
Depositing User: Unnamed user with username isma
Date Deposited: 29 May 2026 02:38
Last Modified: 29 May 2026 02:39
URI: http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1365

Actions (login required)

View Item
View Item