NI MADE KONCI MURTIINI, - (2008) UPACARA NYETA DI DESA PAKRAMAN BUAHAN DESA BUAHAN KECAMATAN PAYANGAN KABUPATEN GIANYAR (KAJIAN BENTUK, FUNGSI, MAKNA). Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
26. S2 BW 2008 NI MADE KONCI MURTINI.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (18MB)
Abstract
ABSTRAK
UPACARA NYEТА
DI DESA PAKRAMAN BUAHAN, DESA BUAHAN,
КЕСАМATAN PAYANGAN, KABUPATEN GIANYAR
(Kajian Bentuk, Fungsi, Makna)
Pulau Bali yang mayoritas penduduknya beragama Hindu hampir setiap hari
melaksanakan upacara. Upacara dalam konteks Agama Hindu di Bali yakni
rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan pemujaan terhadap Tuhan (Dewa
Yadnya), penobatan pendeta (Rsi Yadnya), ruwatan terhadap Bhuta Kala (Bhuta
Yadnya), korban untuk roh leluhur yang telah meninggal (Pitra Yadnya), dan
korban untuk membersihkan manusia semasih hidup baik lahir maupun batin
(Manusa Yadnya). Diantara upacara tersebut Desa Pakraman Buahan, Desa
Buahan, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar setiap setahun sekali
melaksanakan Upacara Nyeta yakni upacara untuk menetralisir kekuatankekuatan negatif yang ditimbulkan oleh alam dan memohon kesejahteraan
kehadapan Tuhan dalam manifestasinya sebagai pemberi kesuburan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Upacara Nyeta sekaligus
mengungkap bentuk, fungsi dan makna simbolik yang terkandung didalamnya.
Sedangkan dalam menggali data di lapangan digunakan metode penelitian
kualitatif dengan mengambil lokasi Desa Pakraman Pakraman Buahan, Desa
Buahan, Kecamatan pPyangan, Kabupaten Gianyar. Informan kunci yang dipilih
yakni Bendesa adat (ketua desa pakraman), Kelihan adat (ketua banjar/kampung),
serati (tukang banten), pinandita, dan para pemuka masyarakat. Data yang
diperoleh kemudian dideskripsikan dan diinterpretasikan dalam rangka
pemberian bentuk, fungsi dan makna Upacara Nyeta.
Dalam penelitian ini dipergunakan tiga teori yakni teori Religi, fungsi dan
teori simbol. Teori religi dipergunakan untuk menelaah kepercayaan masyarakat
Desa Pakraman Buahan tentang Upacara Nyeta. Teori fungsi dipergunakan untuk
menganalisis fungsi Upacara Nyeta, sedangkan teori simbol dipergunakan untuk
mengungkap makna terdalam yang terdapat pada Upacara Nyeta.
Hasil penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut:
Ditinjau dari aspek bentuk, Upacara Nyeta menggunakan berbagai sarana
sebagai kelengkapan upacaranya. Tahapan dan struktur upacaranya diawali
dengan Ngaturang Piuning dan Nakepsari di berbagai pura di Desa Pakraman
Buahan. Tahapan berikutnya secara berturut-turut dilaksanakan upacara
penyucian semua perlengkapan Upacara Nyeta di Pura Bale Agung, termasuk
binatang yang dipergunakan sebagai salah satu sarana upacaranya.
Ditinjau dari aspek fungsi, upacara Nyeta memiliki berbagai fungsi yakni
religius, penetralisir, pengeruat/penyupatan, solidaritas, pembangkit tenaga, dan
pengendali nafsu. Fungsi religius yakni sebagai salah satu bentuk pembayaran
hutang kehadapan Tuhan beserta manifestasi-Nya; Fungsi penetralisir yakni
menghilangkan kekuatan-kekuatan yang negatif yang mengangu kehidupan
manusia; Fungsi pengeruat/penyupatan yakni menyucikan dan membantu
meningkatkan kualitas makhluk-makhluk lainnya dalam penjelmaan berikutnya;
Fungsi solidaritas yakni memupuk rasa kebersamaan untuk memperoleh
keharmonisan dan kesejahteraan; Fungsi pembangkit tenaga yakni pembangkit
kekuatan gaibdalam mengendalikan kekuatan- kekuatan Panca Maha Bhuta yang
negatif; dan fungsi pengendali nafsu yakni berjuang mengatasi asuri sampad.
Ditinjau dari aspek makna, Upacara Nyeta memiliki multi makna yakni
makna penyucian, pendidikan, etika, kesehimbangan, dan kesejahteraan. Makna
penyucian nampak pada penyucian lahiriah melaui byakala dan bhathiniah
dengan prayascita; Makna pendidikan yakni tertanamnya nilai pendidikan bhudi
pakerti, etika, dan moralitas; Makna etika yakni sikap dan prilaku yang benar
dalam beryadnya; Makkna kesehimbangan dan keharmonisan yakni
menumbuhkan kesehimbangan dan keharmonisan terhadap hal-hal yang bersifat
gaib dan nyata; dan makna kesjahteraan yakni kekuatan yadnya mampu
menciptakan kesejahteraan bhuana agung dan bhuana alit.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Pascasarjana > S2 - Brahma Widya |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 29 May 2026 07:52 |
| Last Modified: | 29 May 2026 07:52 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1366 |

