NI NYOMAN SUASTINI, - (2008) EKSISTENSI TIRTHA SANJIWANI DALAM UPACARA YADNYA DI DESA PAKRAMAN LEBAH DESA SEKUMPUL KECAMATAN SAWAN KABUPATEN BULELENG (KAJIAN FUNGSI-MAKNA RELIGIUS). Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
27. S2 BW 2008 NI NYOMAN SUASTINI.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (14MB)
Abstract
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Eksistensi Tirtha Sanjiwani dalam Upacara
Yadnya di Desa Pakraman Lebah, Desa Sekumpul, Kecamatan Sawan, Kabupaten
Buleleng (Kajian Fungsi-Makna Religius)". Pemilihan judul ini karena sampai
saat ini umat Hindu khususnya di Bali belum memahami secara menyeluruh
simbul-simbul serta makna-makna upakara yang digunakan dalam pelaksanaan
upacara terutama tentang makna suatu upakara dan pendukungnya seperti air
(Tirtha). Penggunaan Tirtha dalam upacara ada yang bersifat umum dan ada pula
Tirtha yang memiliki kegunaan khusus, karena berkaitan dengan upacara itu
sendiri. Proses pembuatan atau cara mendapatkan Tirtha juga ada bermacammacam, ada dengan cara ngarga yang dilaksanakan oleh Pandita (sulinggih), dan
ada dengan cara nunas (memohon) yang dilaksanakan oleh Pamangku atau Sang
Yajamana sehingga diperoleh bermacam-macam Tirtha seperti Tirtha
Panglukatan, Tirtha Pambersihan, Tirtha Wangsuhpada, Tirtha Panembak,
Tirtha Pangentas dan lain sebagainya.
Dari sekian jenis Tirtha dan cara memohonnya ada salah satu Tirtha
yaitu Tirtha Sanjiwani yang ditempatkan pada sebuah toples distanakan di Pura
Marajan Desa Pakraman Lebah, Desa Sekumpul, Kecamatan Sawan, Kabupaten
Buleleng, Tirtha ini berpuluh puluh tahun tidak pernah habis walaupun dimohon
setiap saat untuk keperluan upacara Yadnya.
Dengan latar belakang di atas, permasalahannya dapat dirumuskan sebagai
berikut: bagaimana keberadaan, fungsi dan makna Tirtha Sanjiwani di Desa
Pakraman Lebah. Dengan tujuan untuk mendeskripsikan keberadaan, fungsi dan
makna yang terkandung dalam Tirtha Sanjiwani di Desa Pakraman Lebah.
Dalam membahas masalah ini digunakan pendekatan secara kualitatif
dalam paradigma fakta sosial dengan memakai teori religi, teori fungsional
struktural, dan teori simbol. Penggunaan teori tersebut dibantu dengan metode
observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumen dengan dibantu teknik
pencatatan dan perekaman.
Dalam penelitian ini ditemukan bahwa Tirtha Sanjiwani adalah tirtha yang
berstana di Pura Marajan Desa Pakraman Lebah yang didapatkan oleh Wayah
Lebah di Puncak Gunung Agung di atas batu. Perjalanan memohon Tirtha
tersebut atas perintalı raja Ki Barak Panji Sakti.
Fungsi Tirtha Sanjiwani adalah sebagai sarana upacara panca
yadnya(dewa yadnya, pitra yadnya, rsi yadnya, manusa yadnya dan bhuta
yadnya), untuk Tirtha pambersihan, Tirtha panglukatan, Tirtha wangsuhpada,
Tirtha panembak, Tirtha Pamanah, Tirtha Pangentas dan Tirtha Pamuput
upacara.
Makna yang terkandung dalam Tirtha Sanjiwani adaiah sebagai penolak
kekuatan yang bersifat negatif (black magic), menyembuhkan penyakit,
memberikan ketentraman atau menjaga keamanan lingkungan, menganugrahkan
keturunan, rejeki. Disamping makna di atas Tirtha Sanjiwani juga bermakna
sebagai Manggala upacara (yajamana), karena Tirtha Sanjiwani diyakini sebagai
manifestasi (prabhawa) Tuhan yang berstana (malinggih) pada Tirtha Sanjiwani
adalah Ida Bhatara Sasuhunan Sakti (Bhatara Siwa).
Umat Hindu di Desa Pakraman Lebah Desa Sekumpul kecamatan Sawan,
Kabupaten Buleleng dalam melaksanakan segala upacara yadnya cukup dengan
memohon pada Tirtha Sanjiwani di pura Marajan oleh Pamangku Pura Marajan,
maka upacara tersebut diyakini telah sukses.
Kata kunci: Eksistensi, Tirtha Sanjiwani, Upacara Yadnya.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Pascasarjana > S2 - Brahma Widya |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 29 May 2026 07:55 |
| Last Modified: | 29 May 2026 07:56 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1367 |

