UPACARA NGABEN MATEMPUNG DI DESA GADUNGAN KECAMATAN SELEMADEG TIMUR KABUPATEN TABANAN (ANALISIS BENTUK, FUNGSI, MAKNA)

NI NYOMAN SUASTINI, - (2008) UPACARA NGABEN MATEMPUNG DI DESA GADUNGAN KECAMATAN SELEMADEG TIMUR KABUPATEN TABANAN (ANALISIS BENTUK, FUNGSI, MAKNA). Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

[thumbnail of Tesis] Text (Tesis)
28. S2 BW 2008 NI NYOMAN SUASTINI.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (13MB)

Abstract

ABSTRAKS

Bagi umat Hindu upacara Ngaben memiliki arti yang sangat penting,
karena upacara ngaben merupakan suatu bentuk penghormatan dari pratisentana
yang suputra kepada orang tuanya yang telah meninggal. Bagi seorang anak
sudah tentu mempunyai kewajiban untuk mengupacarai orang tua yang telah
meninggal melalui upacara yajnya (pitra yajnya), dan hormat kepada para leluhur.
Tujuan penelitian ini diarahkan pada pemahaman sebuah kegiatan sosial yang bisa
terwujud dalam upacara Ngaben Matempung yang dilaksanakan di Desa
Gadungan, dalam upacara ini partisipasi orang lain sangat diperlukan, termasuk
partisipasi dari kaum kerabatnya atau keluarga dalam kaitannya dengan upacara
Ngaben Matempung.
Penelitian ini mengkaji upacara Ngaben Matempung di Desa Adat
Gadungan dengan membahas bentuk, fungsi dan makna. Adapun rumusan
masalah yang dibahas pada penelitian ini meliputi : (1). Bagaimana bentuk
upacara Ngaben Matempung di Desa Gadungan?, (2). Apa fungsi upacara
Ngaben Matempung bagi umat Hindu di Desa Gadungan?, (3) Makna apa yang
terkandung dalam upacara Ngaben Matempung di Desa Gadungan? Untuk membedah permasalahannya ini menggunakan teori
Strukturalisme Fungsional untuk mengkaji bentuk dan fungsinya, teori relegi
untuk membedah makna dan teori Interaksionalisme Simbolik. Kegunaan teori ini
untuk mengkaji simbol dan interaksi sosisal melalui simbol-simbol yang
dimaksud.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: Metode
Pengumpulan data, Analisis data, Penyajian data. Metode Pengumpulan data
meliputi: Observasi, wawancara, studi keperpustakaan, dan dokumentasi. Dalam
menganalisis data digunakan metode kualitatif, dan dalam jenis penelitian
deskriptif kualitatif.
Dalam upacara Ngaben Matempung mempunyai peranan yang sangat
penting yaitu dapat saling meringankan beban materi dan non materi dari sang
yajamana. Dalam hubungan dengan sang atma dari orang yang di abenkan bahwa
patempungan dapat juga dikatakan sebagai wujud rasa bhakti terhadap Sang
Hyang Atma. Dengan kegiatan matempung persatuan dan kesatuan diantara
keluarga dapat dipupuk dan dapat ditingkatkan, demikian pula kehidupan sikap
gotong royong dapat terjalin dengan erat diantara keluarga. Bentuk dari pada upacara Ngaben Matempung dapat di sebutkan
diantaranya : a)proses ngangkid/ngulapin,b) proses pengabenan, c).ngelinggihang
sang pitara di sanggah kamulan. Fungsi upacara ngaben Matempung meliputi:
fungsi religius, fungsi estetika, fungsi etika, fungsi keagamaan, dan fungsi
Sosiologis. Sedangkan makna dari pada upacara Ngaben Matempung adalah;
makna simbolik mreteka sawa, di antaranya: tahap nyiramang layon, makna
sarana dan makna tirtha, makna kelengkapan upacara, makna ngarorasin, makna
ketuhanan dan makna sosial.

Kata kunci: Upacara, Ngaben Matempung, Analisis Bentuk, Fungsi dan Makna

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Pascasarjana > S2 - Brahma Widya
Depositing User: Unnamed user with username isma
Date Deposited: 29 May 2026 07:58
Last Modified: 29 May 2026 07:58
URI: http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1368

Actions (login required)

View Item
View Item