SANG AYU MADE RASMINI, - (2008) UPACARA PITRA YAJNA RECADANA PADA WARGA BHAKTI YOGA DESA BESTALA KECAMATAN SERIRIT KABUPATEN BULELENG (TINJAUAN BENTUK, FUNGSI, DAN MAKNA). Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
30. S2 BW 2008 SANG AYU MADE RASMINI.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (20MB)
Abstract
ABSTRAK
UPACARA PITRA YAJÑA RECADANA
PADA WARGA BHAKTI YOGA DESA BESTALA, SERIRIT BULELENG
(Tinjauan Bentuk, Fungsi Dan Makna)
OLEH
Sang Ayu Made Rasmini
Perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi (IPTEK) di era
Globalisasi, menyebabkan ketatnya persaingan dalam kehidupan manusia,
khususnya tentang budaya lokal dan global semakin tinggi intensitasnya.
Sehingga manusia dihadapkan pda zaman perubahan yang dikarenakan ada
pengaryh nilai-nilai Budaya Global, berkat kemajuan tehnologi informasi yang
semakin mempermudah proses perubahan budaya tersebut. Tidak menutup
kemungkinan proses Globalisasi juga telah merambah wilayah kehidupan Agama
di Bali yang mulanya serba sakral menjadi sekuler. Namun ada baiknya pula
karena perubahan akan mengalami kemajuan dalam bidang Agama. Pandanglah
perubahan dan perbedaan itu adalah suatu seni. Dengan ini manusia dihadapkan
pada dilemma yang serba canggih, sedang satu sisi, perekonomian yang terpuruk
(Krisis Moneter).
Sehingga dalam kehidupan beragama umat semakin kritis, lebih-lebih
dalam pelaksanaan upacara mereka selalu merelevansikannya berdasarkan sastra,
dalam situasi seperti sekarang dikalangan warga Bhakti Yoga dalam melaksanakan
upacara pengabenan mengambil bentuk pengabenan yang praktis, singkat, biaya
minim, serta dalam banten tidak menggunakan daging, namun tidak mengurangi
arti, makna, fungsi, dan tujuan dari Ngaben tersebut.
Penelitian ini mengkaji Upacara Pitra Yajña Recadana pada warga Bhakti
Yoga di Desa Bestala, dengan membahas prosesi, fungsi dan makna dalam
perspektif teoloogi agama. Adapun rumusan masalah meliputi (1) Bagaimana
Prosesi upacara Pitra Yajña Recadana pada warga Bhakti Yoga di Desa Bestala?
(2) Bagaimana fungsi upacara Pitra Yajña Recadana pada warga Bhakti Yoga di
Desa Bestala ? (3) Bagaimana Makna Upacara Pitra Yajña Recadana pada Warga
Bhakti Yoga di Desa Bestala?
Untuk membedah permasalahan dalam penelitian ini menggunakan Teori
Strukturalisme. Fungsional untuk mengkaji bentuk dan fungsi, teori religi untuk
membedah makna dan teori simbolik untuk mengkaji simbol dan interaksi sosial
melalui simbol-simbol dimaksud.
Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini meliputi metode
pengumpulan data, metode Analisis data dan Tehnik penyajian hasil metode
pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, studi kepustakaan dan
digunakan metode kualitatif fenomenologis dalam jenis penelitian deskriptif
kualitatif. sedangkan tehnik penyajian data adalah bersifat semi informal, dalam
artian pada beberapa bagian disajikan dalam bentuk BAB dan dibagian lain
disajikan secara verbal atau deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat yang ikut dalam
perkumpulan Bhakti Yoga, telah membuat terobosan dalam hal Ngaben yang
mana dalam proses pelaksanaannya sama halnya dengan Ngaben biasa, serta
efisien waktu dan biaya, sedangkan makna Ngaben adalah untuk memproses
kembalinya Panca Mahabhuta pada badan untuk menyatu dengan Panca
Mahabhuta di alam besar ini dan mengantarkan Atma ke alam Pitara dengan
memutuskan keterikatan dengan badan duniawi itu (Wikarman singgih: 1999:
12). Fungsi yang disimpulkan dari upacara Ngaben adalah makna secara sosial,
budaya, ekonomi, estetika serta makna lainnya yang terkandung dalam Upacara
Pitra Yajña Recadana.
Yang unik dan menarik dalam pelaksanaan pengabenan seperti ini atau
dengan menggunakan "Sawa" adalah lebih mudah dan efisien jika Ngaben hanya
menggunakan simbol tanpa jenasah. Adapun efek positifnya tanah kuburan tidak
penuh sehingga orang yang meninggal atau jenasahnya dapat kita kembalikan
dengan cepat ke tempat asalnya sebagai elemen dari unsur Panca Mahabhuta.
Ngaben ini upakaranya yang sangat sederhana tanpa mempergunakan
daging. Menyikapi situasi seperti sekarang zaman Global masyarakat optimis
serta antusia akan bentuk pengabenan seperti ini sepanjang tidak mengurangi
tujuan dan makna dari Upacara Ngaben. Pengabenan ini telah dilaksanakan oleh
warga Bhakti Ypga sejak tahun 1963. dimana pada akhirnya untuk mencapai
moksa dan keseimbangan lahir dan bhatin.
Kata Kunci : Ngaben Recadanа
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Pascasarjana > S2 - Brahma Widya |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 29 May 2026 08:05 |
| Last Modified: | 29 May 2026 08:07 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1370 |

