PENGEMBANGAN INSTRUMEN MODEL ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM (AKM) PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDHI PEKERTI KELAS XI DI SMA NEGERI 8 DENPASAR

NILUH ARI KUSUMAWATI, - (2022) PENGEMBANGAN INSTRUMEN MODEL ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM (AKM) PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDHI PEKERTI KELAS XI DI SMA NEGERI 8 DENPASAR. Other thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
1811011084_NILUH ARI KUSUMAWATI.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (10MB)

Abstract

ABSTRAK
Asesmen nasional perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Asesmen ini dirancang untuk menghasilkan informasi akurat dalam memperbaiki kualitas belajar-mengajar sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu komponen dari asesmen nasional adalah asesmen kompetensi minimum (AKM) yang terdiri dari literasi membaca dan literasi numerasi. AKM tidak hanya diterapkan pada mata pelajaran bahasa Indonesia dan matematika, namun dapat diterapkan disemua mata pelajaran, khususnya mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budhi Pekerti. Model penelitian ini adalah penelitian danpengembangan dengan pendekatan ADDIE dari Robert Marible Branch. Adapun rumusan masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana Proses Pengembangan Instrumen Model Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budhi Pekerti Kelas XI di SMA Negeri 8 Denpasar? dan (2) Bagaimana Kelayakan Instrumen Model Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budhi Pekerti Kelas XI di SMA Negeri 8 Denpasar?. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui Proses Pengembangan Instrumen Model Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budhi Pekerti Kelas XI di SMA Negeri 8 Denpasar? dan (2) Untuk mengetahui Kelayakan Instrumen Model Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budhi Pekerti Kelas XI di SMA Negeri 8 Denpasar?. Teori yang digunakan untuk menganalisis masalah dalam penelitian ini adalah teori konstruktivisme dan teori kognitif dari Jean Peaget. Subjek penelitian adalah guru Pendidikan Agama Hindu dan Budhi Pekerti, kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan siswa kelas XI SMA Negeri 8 Denpasar. Prosedur penelitian ini mengadaptasi model pengembangan ADDIE dari Robert Maribe Branch, yaitu model pengembangan yang terdiri dari lima tahapan yang meliputi analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Data yang diperoleh dari penelitian pengembangan ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui tes dan penyebaran angket atau kuisioner. Teknis analisis data dalam penelitian dan pengembangan (R&D) ini adalah pengumpulan data kuantitatif dengan kuesioner atau tes yang dilakukan pada sampel yang diambil secara random dengan taraf kesalahan tertentu. Pengumpulan data dengan metode kualitatif dilakukan dengan observasi dan wawancara mendalam pada artisipan/informan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian penunjukkan bahwa (1) Prosespengembangan instrumen model AKM pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budhi Pekerti meliputi 5 tahap yaitu 1) Analisis terdiri dari analisis kebutuhan dan analisi konten. (2) Desain, tahap ini terdiri dari (a) menentukan model pendekatan (b) menentukan konteks yang terdiri dari personal © mengidentifikasi aktivitas pembelajaran (d) memilih bentuk soal dan (e) menentukan bentuk penyajian (3) Pengembangan, dilakukan melalui lima tahap yaitu (a) Menyusun kisi-kisi soal, (b) Menyusun Soal dan (c) Melakukan validasi produk, (d) Mempersiapkan guru dan (e) mempersiapkan siswa. (4) Implementasi, pada tahap ini dilakukan dengan (a) uji coba kelompok kecil dan (b) uji coba kelompok besar. (5) Evaluasi, dilakukan untuk menilai instrumen model AKM yang mencakup pelaksanaan uji coba pada kelompok kecil dan kelompok besar. Evaluasi formatif pada pengembangan instrumen model AKM meliputi analisis data tes yang terdiri dari dua bagian yaitu soal objektif yang terdiri dari pilihan ganda, pilihan ganda kompleks dan menjodohkan dan soal subjektif yang terdiri dari isian singkat dan uraian. Dan (2) Kelayakan instumen model AKM pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budhi Pekerti Kelas XI di SMA Negeri 8 Denpasar berdasarkan aspek kelayakan isi, aspek kelayakan penyajian dan aspek kelayakan kontekstual instrumen model AKM di atas yang dianalisis berdasarkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) maka insturmen model AKM dinyatakan layak secara isi, bentuk penyajian dan konstektual. Selain itu aspek kelayakan instrumen model AKM juga dapat dilihat melalui uji judges, uji validitas dan reliabilitas instrumen. Hasil uji judges instrumen model AKM yang dilakukan yang melibatkan dua orang pakar dengan mengisi kuesioner berdasarkan dua opsi pilihan yaitu relevan dan tidak relevan menunjukkan bahwa instrumen model AKM dinyatakan layak dipergunakan dalam pembelajaran.
Kata Kunci: Asesmen Kompetensi Minimum, Pendidikan Agama Hindu

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BJ Ethics
B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Dharma Acarya > S1 - Pendidikan Agama Hindu
Depositing User: ulan
Date Deposited: 29 Jun 2026 06:57
Last Modified: 29 Jun 2026 06:57
URI: http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1381

Actions (login required)

View Item
View Item