NYOMAN SUARDIKA, - (2011) PEMENTASAN TARI KAKELIK PADA UPACARA PIODALAN DI PURA GEDE PEMAYUN DESA PAKRAMAN BANYUNING KECAMATAN BULELENG KABUPATEN BULELENG ( Kajian Bentuk, Fungsi, dan Makna ). Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
0612510169_Nyoman Suardika.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
Abstract
ABSTRAK
Masyarakat di Desa Pakraman Banyuning yang telah lama memiliki
tradisi untuk mementaskan Tari Kakelik setiap melaksanakan upacara piodalan
memberikan kedudukan pada Tari Kakelik bukanlah sebagai tari yang bersifat
balih-balihan melainkan sebagai tari wali/Bali. Hal ini disebabkan karena
masyarakat mensakralkan Tari Kekelik ini dan mempercayai tarian ini sebagai
pembantu mempercepat proses nyanjan dalam rangka nedunang Ida Bhatara
(trance) dan pengiring upacara. Apabila Tari Kakelik ini tidak dipentaskan maka
segala macam penyakit akan menyerang masyarakat Desa Banyuning tersebut,
sehingga penduduknya menjadi suka bertengkar (kepanesan), kehidupan
masyarakat tidak sejahtera, anak kecil suka menangis, sering terjadi kerauhan
dan bahkan bisa terjadi kematian tanpa sebab.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah
Pementasan Tari Kakelik Pada Upacara Piodalan di Pura Gede Pemayun Desa
Pakraman Banyuning Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng? (2) Apakah
Fungsi Pementasan Tari Kakelik Pada Upacara Piodalan di Pura Gede Pemayun
Desa Pakraman Banyuning Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng? (3)
Apakah Makna Pementasan Tari Kakelik Pada Upacara Piodalan di Pura Gede
Pemayun Desa Pakraman Banyuning Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng?
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori fungsional
struktur, teori simbol dan teori estetika sedangkan metode pengumpulan data
yang digunakan adalah metode observasi, wawancara mendalam, studi pencatatan
dokumen dan studi kepustakaan.
Hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa (1) Bentuk pementasan Tari
Kakelik yang dilaksanakan pada piodalan agung Pura Gede Pemayun Banyuning
dilakukan berawal dari jaban pura atau nista mandala pura kemudian menuju
Jaba Tengah atau Madya Mandala dan seterusnya ke Utama Mandala atau
Jeroan pura di mana dalam setiap langkah penari menaburkan beras kuning berisi
uang kepeng. Selian menaburkan beras tersebut penari membawa keris untuk
menunjuk pasutri di Jaba Tengan dan Utama Mandala pura yang nantinya
menjadi trance atau tidak sadarkan diri. (2) Fungsi Tari Kakelik yaitu a) Fungsi
Penyucian b) Fungsi Ungkapan Rasa Terima kasih dan ungkapan fuji syukur
kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa c) Fungsi Pelestarian Seni Budaya d)
Fungsi estetik religious e) Fungsi Pendidikan f) Fungsi Sosiologis. (3) Makna
Tari Kakelik yaitu: a) Makna Filsafat Tari Kakelik b) Makna Pembelajaran Sikap
Bhakti c) Makna Pendidikan Sosial Budaya d) Makna Sosial e) Makna Estetika
tercermin dalam upacara tersebut adalah gerak tari, sarana tari dan peran dalam
Tari Kakelik yang hanya di tarikan di pura Gede Pemayun Kelurahan banyuning
juga digunakan sebagai faktor tercapainya kesucian dalam suatu Yajna. 6) Makna
Religius 7) Makna Kesakralan Tari terlihat dari bentuk Tarian yang masih
bersifat alami yang berbeda dengan tari lainnya yang tidak berani tidak
dipentaskan pada upacara Piodalan agung di Pura Gede Pemayun.
Kata Kunci: Pementasan Tari Kakelik, Upacara Piodalan, Bentuk, fungsi dan
Makna.
ABSTRAKCT
Society in Countryside of Pakraman Banyuning which have old have
tradition to show Dance of Kakelik each every executing ceremony of piodalan
give to domicile at Dance of Kakelik is not as dance having the character of balihbalihan but as sponsor dance / Bali. This Matter is caused by society of
mensakralkan Dance this Kekelik and trust this dance as assistant quicken process
of nyanjan in order to Ida Bhatara nedunang (trance) and attendant of ceremony.
If Dance of Kakelik this do not show hence all kinds of disease will attack
Countryside society of Banyuning, so that its resident become cantankerously hot,
life of society is not secure and prosperous, moppet like to weep, often happened
kerauhan and even can happened death without cause
Formula research internal issue of in is: (1) How Staging Of Dance of
Kakelik at Ceremony of Piodalan in Gate of Gede Pemayun Countryside of
Pakraman Banyuning District Of Buleleng Sub-Province of Buleleng? (2) What Is
Function Staging Of Dance of Kakelik at Ceremony of Piodalan in Gate of Gede
Pemayun Countryside of Pakraman Banyuning District Of Buleleng SubProvince of Buleleng? (3) What Is Meaning Staging Of Dance of Kakelik at
Ceremony of Piodalan in Gate of Gede Pemayun Countryside of Pakraman
Banyuning District Of Buleleng Sub-Province of Buleleng?
Theory which is used in this research is functional theory of structure,
symbol theory, esthetics theory and theory of sakral provan while data collecting
method the used is observation method, circumstantial interview and recordkeeping of document.
Result of research the obtained is that (1) Form staging of Dance of
Kakelik executed at glorious piodalan of Gate of Gede Pemayun Banyuning
done/conducted by early from gate jaban or gate field insult later;then go to
Middle Jaba or Madya Field and so on to is Especial of Field or of Jeroan gate
where in each every dancer step spread rice turn yellow to contain money of
kepeng. Selian spread the rice of dancer bring keris to show pasutri in Jaba
Tengan and is Especial of Field Gate which later become trance or do not awake
x'self. (2) Function Dance Kakelik that is, a) Function Hallowing, b) Function
Expression Feel Thank and expression of fuji fore thanks of Ida of is The Hyang
Widhi Wasa, c) Function of is Continuation of Cultural Art, d) Function of estetik
religious, e) Function Education, f) Function of Sosiologis. (3) Meaning Dance
Kakelik that is: a) Mean Philosophy Dance Kakelik, b) Mean Study of Attitude of
Bhakti, c) Mean Education of Cultural Social, d) Social Meaning, e) Mean
Esthetics mirror in the ceremony is dance motion, medium dance and role in
Dance of Kakelik which only in attraction in gate of Gede Pemayun Sub-District
of Banyuning is also used as by tired factor of chastity in a Yajna Mean
Kesakralan Dance seen from Dance form which still have the character of to
experience of and figure and also its it which differ from other dance which do not
dare to do not show at ceremony of Piodalan glorious in Gate of Gede Pemayun.
Keyword: Staging Of Dance of Kakelik, Ceremony of Piodalan, Form, Meaning and function.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Pascasarjana > S2 - Brahma Widya |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 08 Jul 2026 03:28 |
| Last Modified: | 08 Jul 2026 03:28 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1398 |

