I WAYAN KARIARTA, - (2015) KONSEP KETUHANAN DALAM TEKS TUTUR AJI SARASWATI. Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
1312510466_I Wayan Kariarta.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
Abstract
ABSTRAK
Tutur Aji Saraswati merupakan salah satu manuskrip yang mengandung
nilai religius Hindu dan diejawantahkan dalam local genius masyarakat Bali.
Ajaran teologi yang dijabarkan dalam naskah TAS masih relefan sebagai
pedoman bagi umat Hindu. Naskah TAS menyatakan bahwa hidup adalah suatu
proses yang berujung pada kematian yang tak mungkin terelakkan. Oleh sebab itu
manusia diharapkan menjalani proses kehidupan (utpeti, stiti dan pralina) dengan
benar. Berusaha mencapai kesadaran Tuhan dengan jalan Jnana (pengetahuan)
dan tapa bratha. Tuhan dalam wujud Beliau sebagai Sang Hyang Tri Purusa
(Siwa, Sadasiwa dan Paramasiwa) hanya dapat dicapai dengan kesucian. Hidup
harus dijalankan berdasarkan petunjuk sastra agama agar menjadi berarti dan
sejahtera.
Untuk mewujudkan hidup yang sejahtera secara Sekala dan Niskala (di
dunia dan alam metafisik), maka dalam kajian ini akan dibahas: konsep teologi
yang terdapat dalam teks TAS, Fungsi ajaran yang terdapat dalam teks TAS, dan
makna ajaran yang terdapat dalam teks TAS. Teori yang dipakai untuk membedah
masalah dalam penelitian ini, yaitu: Teori Hermeneutik, Teori Fungsi dan Teori
Semiotik. Metode yang dipakai dalam menganalisis penelitian ini adalah
deskriptif kualitatif, dan teknik pengumpulan datanya adalah studi Kepustakaan
dan studi dokumen.
Konsep teologi yang terkandung dalam teks TAS adalah (1) Konsep Tri
Purusa, (2) Konsep Tri Murti, (3) Konsep Murtyastaka, (4) Konsep Catur Lawa.
Fungsi ajaran dalam teks TAS adalah (1) Membentuk kesucian umat Hindu, (2)
Meningkatkan kesadaran umat Hindu akan hakikat kehidupan, (3) Fungsi
memahami identitas diri. Sedangkan makna ajaran teks TAS meliputi makna
penataan Pura yang ada di Bali, seperti (1) Makna Pura Kahyangan Jagat. (2)
Makna Pura Kahyangan Tiga dan (3) Makna Pura Catur Lawa. Makna teologi
dalam naskah TAS memberikan pemahaman bagi umat Hindu tentang dewa yang
distanakan pada berbagai Pura yang ada di Bali, yaitu Padma Tiga di Pura
Penataran Agung Besakih merupakan stana Sang Hyang Tri Purusa. Pura
Kahyangan Tiga merupakan stana dewa Tri Murti. Pura Kahyangan Jagat
merupakan stana dewa Murtyastaka dan dewa Catur Lawa. Keberadaan naskah
TAS dapat berperan sebagai salah satu rujukan dalam memahami teologi Hindu
yang berkembang di Bali. Pemahaman akan teks TAS akan mampu meningkatkan
kepercayaan pada Tuhan Yang Maha Esa, dan mengarahkan hidup sesuai dengan
yang tersurat dalam sastra agama.
Kata Kunci : Teks Tutur Aji Saraswati
ABSTRACT
Tutur Aji Saraswati is one of manuscript which contains Hindu religious
value and describe local genius of Balinese society. The theology theory
explained in Tutur Aji Saraswati (TAS) manuscript is relevant to be used as a
Hindu life orientation. TAS manuscript explains that a life is a process which is
ended by death. So that is why, a human is hoped to do the process of life (Utpeti,
Stiti, Pralina) orderly in order to get the God realization by Jnana way
(knowlegde) and asceticism. God in a manifestation of Sang Hyang Tri Purusa
(Siwa, Sadasiwa, Paramasiwa) only can be reached by holiness. The human life
should do it based on the religious literature guidance in order to make it
meaningful and prosperous to make a prosperous life in the real (sekala) and
abstract (niskala) life (real and metaphisical world).
This study discussed the theology concept in TAS manuscript, the function
and the meaning of theology in TAS for the Hindu society in Bali. The theory
which was used to solve the problem was Hermeneutic theory, Function theory,
and Semiotic theory. Meanwhile, the methods which were used in this study were
literary method and study document method.
The theology concepts in TAS were Tri Purusa concept, Tri Murti
concept, Murtyastaka consept and Catur Lawa concept. The functions of TAS
manuscript for Balinese Hindu society were (1) Building the holiness of Hindu,
(2) Improving the awarenes of life assence, (3) understanding self identity. While,
the meaning of TAS manuscript for Hindu society in Bali was ordering of temple
meaning in Bali such as ordering of Kahyangan Tiga temple meaning, the
ordering of Kahyangan Jagat and Catur Lawa temple meaning. The theology
meaning in TAS manuscript gives understanding for the Hindu society about the
God which is placed in many tempels in Bali. For instance Padma Tiga in
Penataran Agung temple Besakih is a place of Sang Hyang Tri Purusa.
Kahyangan Tiga temple is a place of God as Tri Murti. Kahyangan Jagat temple
is a place of God as Murtyastaka and Catur Lawa. TAS manuscript can be used as
one of sources in understanding Hindu theology which develop in Bali. The
comprehension of TAS manuscript was able to improve our belief to the Almighty
God and can be used as a guidance of life as it was written on Religion Literature.
Keyword : Tutur Aji Saraswati manuscript.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Pascasarjana > S2 - Brahma Widya |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 08 Jul 2026 04:50 |
| Last Modified: | 08 Jul 2026 04:50 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1410 |

