I Wayan Artana, - (2011) PERANAN PANDITA DUKUH DALAM PEMBERDAYAAN KEAGAMAAN UMAT HINDU DI KOTA DENPASAR ( Kajian Teologi Hindu ). S2 Brahma Widya, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
0712510202_I Wayan Artana.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (5MB)
Abstract
ABSTRAK
Aktivitas keagamaan Hindu dibangun oleh perpaduan yang integral dan
holistik antara tattwa, susila, dan acara. Ketiga kerangka inilah yang membangun
ajaran agama Hindu, baik pada tataran konsep, teori, dan aplikasi. Namun dalam
praktiknya, ajaran agama Hindu yang dilaksanakan di Bali tidak terlepas dari
pengaruh tradisi dan kebudayaan Bali. Pada tataran inilah, aspek-aspek lokal
memberikan pengaruh dalam kehidupan keagamaan Hindu di Bali. Salah satunya
adalah keberadaan Pandita atau Sulinggih, yaitu orang suci yang memiliki peranan
penting dalam pelaksanaan ajaran agama Hindu di Bali. Walaupun semua Pandita
sesungguhnya adalah golongan dwijati, tetapi sistem sosial masyarakat Bali telah
mengkonstruksi penggolongan dwijati ini menurut sistem kewangsaan yang disebut
soroh. Oleh karena itu, di Bali terdapat banyak sebutan sulinggih sesuai dengan
kewangsaannya.
Salah satu sulinggih yang sampai saat ini eksis dalam memberikan
pelayanan keagamaan kepada umat Hindu adalah Pandita Dukuh, Di Kota Denpasar,
terdapat dua griya Dukuh, yaitu Ida Jero Dukuh Udhalaka Dharma dan Ida Pandita
Dukuh Acarya Daksa, bersama Pandita Istri masing-masing. Mengingat masih
adanya stigma di masyarakat terkait dengan peranan sulinggih yang didominasi oleh
golongan tertentu, maka peranan Pandita Bali Aga ini masalah yang layak dikaji
melalui penelitian ilmiah. Sebab, secara sosiologis Pandita Dukuh berasal dari
kelompok wangsa yang relatif kecil pendukungnya, dibandingkan dengan soroh atau
wangsa yang lain di Bali. Inilah yang melandasi penelitian ini dilakukan untuk
mengkaji secara mendalam tentang peranan Pandita Dukuh dalam pemberdayaan
keagamaan Umat Hindu di Kota Denpasar menurut kajian teologi Hindu.
Untuk mengkaji masalah tersebut, maka digunakan Teori Fungsionalisme
Struktural yang dikombinasikan dengan Teori Simbol. Kemudian, data dikumpulkan
dengan menggunakan beberapa metode dalam kerangka penelitian kualitatif deskriptif
dengan pendekatan teologi Hindu (Brahma Vidya). Data yang telah dikumpulkan
selanjutnya dianalisis untuk mendeskripsikan peranan Pandita Dukuh dalam
pemberdayaan keagamaan Hindu di Kota Denpasar menurut kajian teologi Hindu
yang dipandang sebagai gejala sosio-religius yang kompleks sehingga mendekati
kenyataan.
Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa Peranan Pandita
Dukuh dalam keagamaan Hindu di Kota Denpasar dapat dirangkum dalam empat
konsep penting, yaitu sebagai pewarta kebenaran (Sang Satyawadi), sebagai sumber
yang terpercaya dan dapat dipercaya (Sang Apta), sebagai sumber umat untuk
memohon kesucian (Sang Patirthan), dan sebagai sumber pencerahan keagamaan
(Sang Penadahan Upadesa). Pandita Dukuh di Kota Denpasar telah melaksanakan
peranan kasulinggihan dalam upaya pemberdayaan umat Hindu. Peranan ini
dilaksanakan sebagai implementasi dari ajaran sastra suci Hindu maupun Bhisama
Parisada.
Kata Kunci : Peranan, Pandita Dukuh, Pemberdayaan Keagamaan Hindu, Teologi
Hindu
ABSTRACT
Hindu religious activity is made up by an integral and holistic blend between
tattwa, propriety, and events. These three frameworks build Hindu religious teaching
at the level of concepts, theories, and applications. However, practically, the teaching
of Hinduism which is held in Bali can not be separated from the influence of tradition
and culture of Bali. At this level, local aspects influence Hindu religious life in Bali.
One of the examples is the presence of Sulinggih / Pandita, the holy man who has a
key role in implementing the teaching of Hinduism in Bali. Although all real Panditas
are from dwijati class, but the social system of Balinese people has been constructed
this dwijati classification according to kewangsaan system (status in society) called
Soroh. Therefore, in Bali there are many Sulinggih are differentiated in accordance
with his kewangsaan.
One of the Sulinggih who is until now still existing in providing religious
services to the people is Pandita Dukuh. In the city of Denpasar, there are two griya,
Ida Jero Dukuh Udhalaka Dharma and Ida Pandita Dukuh Acarya Daksa , along
Pandita’s wife respectively. Because there is a stigma in society related to the role of
Sulinggih which is dominated by certain class, therefore the role of Pandita Bali Aga
is worth examining through scientific research. Sociologically, Pandita Bali Aga
comes from a relatively small group of supporters compared to Soroh or another class
in Bali. This is what underlies this research is to examine in depth about the role of
Pandita Bali Aga in Hindu religious empowerment in Denpasar according to the study
of Hindu theology.
To assess the problem, then the theory of Structural Functionalism Theory is
used, combined with Symbol theory. Furthermore, the data is collected using several
methods within the descriptive qualitative research with Hindu theology approach
(Brahma Vidya). The data which has been collected is analyzed to describe the role of
Pandita Bali Aga in Hindu religious empowerment in Denpasar according to the study
of Hindu theology which is seen as a symptom of socio-religious complex so it is
closer to reality.
From the analysis above, it is concluded that the role of religious Pandita
Dukuh in the city of Denpasar can be summarized into four important concepts,
namely as a herald of truth (The Satyawadi), as a source of reliable and trustworthy
(The Apta), as a source of people to beg chastity (The Patirthan), and as a source of
religious enlightenment (The fencing Upadesa). Pandita Dukuh in Denpasar has
implemented the role of sulinggih in empowering Hindu people in Bali. The role is
conducted as the implementation of sacred Hindu literature as well as Bhisama
Parisada.
Key Words: Role, Pandita Dukuh, Empowerment Religious Hindu, Hindu Theology
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Pascasarjana > S2 - Brahma Widya |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 03:26 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 03:26 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1412 |

