NI PUTU MARIANTIKA, - (2024) FENOMENA GAYA PACARAN ANAK SEKOLAH DASAR DI SD NEGERI 26 PEMECUTAN (Perspektif Pendidikan Agama Hindu). Other thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
2011011073_NI PUTU MARIANTIKA.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Abstract
Abstrak
Perkembangan teknologi informasi memberikan pengaruh secara signifikan
terhadap segala aspek kehidupan manusia, termasuk mempengaruhi perilaku anak.
Dewasa kini, anak usia sekolah dasar sudah mengenal berpacaran. Gaya pacaran
anak tidak hanya sekedar suka, namun sudah mampu mengungkapkan perasaan
kepada pasangannya. Fenomena ini penting untuk diteliti, dengan harapan dapat
memberikan pemahaman kepada anak sekolah dasar bahwa masa sekolah harus
dimanfaatkan dengan baik untuk belajar, karena anak masih pada tingkatan
brahmacari atau masa menuntut ilmu.
Adapun Masalah yang dibahas antara lain (1) Bagaimana gaya pacaran anak
sekolah dasar di Sekolah Dasar Negeri 26 Pemecutan (Perspektif Pendidikan
Agama Hindu); (2) Bagaimana dampak yang ditimbulkan dari gaya pacaran anak
sekolah dasar terhadap motivasi belajar siswa di Sekolah Dasar Negeri 26
Pemecutan (Perspektif Pendidikan Agama Hindu); (3) Bagaimana peran guru
pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti dalam menyikapi fenomena gaya
pacaran anak sekolah dasar di Sekolah Dasar Negeri 26 Pemecutan (Perspektif
Pendidikan Agama Hindu).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Gaya pacaran anak sekolah
dasar di SD Negeri 26 Pemecutan, (2) Dampak yang ditimbulkan, serta (3) Peran
guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti dalam menyikapi fenomena
tersebut. Teori yang digunakan untuk menganalisis masalah adalah: teori rangsang
balas dari (Darly Beum) dan teori pondasi moral dari (Jonathan Haidt). Subjek
penelitian ini adalah kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi
Pekerti, siswa SD Negeri 26 Pemecutan, dan guru wali kelas VI. Teknik
pengumpulan data berupa observasi, wawancara, studi kepustakaan dan
dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode analisis
deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan
penarikan simpulan.
Hasil penelitian menunjukkan (1) Anak dalam Perspektif Hindu
dikategorikan sebagai pelajar (brahmacari), sehingga belum pantas untuk
berpacaran. Gaya pacaran anak saat ini yaitu bertemu secara langsung dengan
pasangan di sekolah/ di luar sekolah, dan melalui media sosial seperti WhatsApp,
Instagram dan Tiktok. (2) Adapun dampak gaya pacaran yaitu menimbulkan dampak negatif dan dampak positif bagi anak. Dampak negatif yaitu konsentrasi
belajar siswa terganggu, dan merenggangnya hubungan pertemanan siswa,
sedangkan dampak positifnya yaitu timbulnya rasa kepedulian, adanya sikap
loyalitas, menjaga etika berperilaku, dan memberikan motivasi (3) Peran guru
pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti dalam menyikapi fenomena gaya
pacaran yaitu berperan sebagai pengawas perilaku siswa, pembimbing, dan
memberikan pengarahan dalam proses pembelajaran. Pacaran di kalangan anak
sekolah dasar belum boleh dilakukan, karena usia anak masih sangat dini dan
berada pada jenjang brahmacari (masa menuntut ilmu).
Kata Kunci: Gaya Pacaran Anak Sekolah Dasar, Perspektif Pendidikan Agama Hindu
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Dharma Acarya > S1 - Pendidikan Agama Hindu |
| Depositing User: | Tude |
| Date Deposited: | 12 Oct 2026 03:09 |
| Last Modified: | 12 Oct 2026 03:09 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1457 |

