NI KOMANG ERNI TRISNA YANTI, - (2024) POLA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU PADA SISYA TINGKAT WREDHA DI PASRAMAN ŠIWA AMRTA DENPASAR. Other thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
2011011016_NI KOMANG ERNI TRISNA YANTI.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (3MB)
Abstract
Abstrak
Pasraman merupakan satuan pendidikan keagamaan Hindu pada jalur
pendidikan formal dan nonformal. Pasraman sebagai tempat pendidikan yang bisa
belajar dari anak-anak (bala), remaja (yowana), dewasa (praudha), orang tua
(wredha). Ditengah-tengah sulitnya menarik minat belajar masyarakat untuk hadir
ke pasraman maka sampai sekarang masih eksis pembelajaran pada tingkat orang
tua (wredha). Tingkat pembelajaran wredha tersebut dikemas dalam Pendidikan
kepemangkuan/kepinanditaan. Pembelajaran yang di berikan di Pasraman Šiwa
Amrta tidak hanya sebatas mendapat pengetahuan kepemangkuan saja, akan tetapi
mendapat materi agama hindu secara holistik, yakni: Weda, Yoga Asanas, Wariga
(hala ayuning dewasa), Meditasi Aura Siwa, Bahasa Sanskerta, Dharmagita,
Purana, dasar-dasar kepemangkuan/kepinanditaan, sesana kepemangkuan, acara
agama Hindu, dan ditambah dengan program tirtayatra dengan mengunjungi
tempat-tempat suci untuk mendapat vibrasi kesucian. Untuk memahami lebih
dalam maka perlu diadakan penelitian, adapun rumusan masalah yang akan dibahas
antara lain: 1) Bagaimana pola pembelajaran yang diterapkan pada sisya tingkat
wredha di Pasraman Šiwa Amrta Denpasar?, 2)Bagaimana upaya yang dilakukan
dalam proses pembelajaran sisya tingkat wredha di Pasraman Šiwa Amrta
Denpasar?, 3) Bagaimana dampak dari proses pembelajaran di Pasraman Šiwa
Amrta Denpasar terhadap perkembangan sisya tingkat wredha? Penelitian ini
bertujuan untuk Teori yang digunakan, yaitu teori konstuktivistik dan teori
behaviorisme. Subjek dari penelitian yaitu ketua pasraman, pengelola pasraman,
guru pengajar pasraman, serta sisya tingkat wredha di Pasraman Šiwa Amrta
Denpasar. Teknik pengumpulan data, Observasi, wawancara dan dokumentasi.
Teknik penentuan informan purposive sampling dan Teknik analisis data deskriptif
kualitatif.
Berdasarkan analisis deskriptif kualitatif didapat hasil penelitan: 1. Pola
pembelajaran pada sisya tingkat wredha di Pasraman Šiwa Amrta, yakni: (a) Pola
belajar klasikal merupakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan
menggabungkan sisya dalam satu kelas. Dalam kelas klasikal ini sisya tidak hanya
berasal dari pemangku saja namun ada beberapa sisya yang mengikuti kursus
kepemangkuan/kepinanditaan tersebut berasal dari masyarakat umum. (b) Pola
belajar nonklasikal merupakan kegiatan pemebelajaran yang dilakukan diluar kelas
seperti, praktek upakara, pratek yoga, meditasi aura siwa yang dilakukan di halaman
sekretariat pasraman. (c) Pola belajar berbasis lingkungan merupakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan dharmayatra. Kegiatan dharmayatra
diterapkan sebagai implementasi dari ajaran Tri Hita Karana. Dharmayatra disebut
juga tirthayatra atau perjalanan suci menuju tempat suci, tempat pemujaan dan
mengunjungi orang- orang suci. Pola pembelajaran berbasis lingkungan ini juga
bertujuan untuk memperkenalkan kepada sisya mengenai keberadaan lingkungan
di sekitar sehingga dapat menambah pengalaman maupun wawasan sisya wredha.
2. Upaya yang dilakukan dalam proses pembelajaran sisya tingkat wredha di
Pasraman Šiwa Amrta, (a) Sosialisasi mealalui Brosur dan media sosial, (b)
Memperluas Kerjasama Eksternal seperti: kerjasama dengan PHDI, kerjasama
dengan Kemendag Kota Denpasar untuk memohon bantuan operasional, Kerjasama
dengan UHN Pasca Brahma Widya untuk mencari narasumber pengajar pasraman.
3. Dampak proses pembelajaran di Pasraman Šiwa Amrta Denpasar terhadap
perkembangan sisya tingkat wredha yakni: (a) Dampak Guru Pengajar dapat
menambah kreativitas bagi guru pengajar pasraman, (b) Dampak sisya dapat
menambah pengetahuan tentang Pendidikan agama hindu secara lebih luas, sisya
memiliki semangat yang tinggi untuk meningkatkan perannya di masyarakat yaitu
ingin sebagai yang patut diteladani di masyarakat yaitu dengan mampu sebagai
penceramah dimasyarakat sehingga jro mangku tidak tidak terkesan hanya sebatas
nganteb upakara. (c) Dampak Lembaga Pasraman Šiwa Amrta dapat menjadikan
Pasraman Šiwa Amrta untuk tetap bertahan dan eksis sehingga mampu untuk
membina Pasraman lainnya yaitu: Pasraman Wana Giri Nusa Penida dan
Pasraman Ceroring di Karangasem. (d) Dampak Masyarakat meningkatnya
pengetahuan masyarakat yang di dapatkan dari sisya wredha yang mengikuti kursus
kepemangkuan/kepinanditaan di Pasraman Šiwa Amrta Denpasar.
Kata Kunci: Pendidikan Agama Hindu, Pola Pembelajaran, Sisya Tingkat Wredha, Pasraman
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Dharma Acarya > S1 - Pendidikan Agama Hindu |
| Depositing User: | Tude |
| Date Deposited: | 15 Dec 2025 03:40 |
| Last Modified: | 15 Dec 2025 03:40 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1116 |

