NI KADEK SARNI, - (2013) BENTUK KOMUNIKASI DALAM UPACARA DEWA YADNYA MOSA DI PURA BALE AGUNG DI DESA PAKRAMAN SERAI KECAMATAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI. Other thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
35 S1 PENA 2013 NI KADEK SARNI.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (11MB)
Abstract
ABSTRAK
Upacara Dewa Yadnya Mosa yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa
Pakraman Serai, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli merupaklan
suatu upacara yang sangat unik. Mosa berasal dari kata pausya yang artinya
sasih ke 6 (enam). Upacara Deva Yajna Mosa pelaksanaannya sangat langka
sekali karena tidak seperti upacara lainnya. Bisa ditentukan oleh bulan
ataupun tahun. Upacara dewa yajna mosa ini dilaksanakan bertepatan
dengan purnamaning kapat, berbagai prosesi dilaksanakan oleh masyarakat
mengikutyi apa yang telah dilakukan leluhur terdahulunya dengan tetap
menyatu pada tradaisi leluhur tanpa menyimpang. Dalam prosesi upacara
Deva Yadnya Mosa ada aturan-aturan yang harus ditaati, yaitu : orang
hamil, terluka, lanjut umur, dan anak yang belum tanggal gigi tidak
diperkenankan mengikuti ataupun memasuki areal pura. Demikian juga
dalam pelaksanaan upacara Dewa Yadnya mosa, prosesi upacaranya harus
selesaijam dua belas malam tepat.
Bertitik tolak dari latar belakang permasalahn di atas dapat dirumuskan
masalah, yaitu (1) Bagaimana proses pelaksanaan upacara Deva Yajna Mosa
di Pura Bale Agung Desa Pakraman Serai, Kecamatan Kintamani,
Kabupaten Bangli? (2) Apa fungsi upacara Mosa di Pura Bale Agung desa
pakraman Serai. Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli? (3) Bagaimana
bentuk komunikasi dalam pelaksanaan upacara Deva Yadnya Mosa di Pura
Bale Agung Desa Pakraman Serai, Kecamatan Kintamani, Kabupaten
Bangli?.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji proses apa fungsi
serta bagaimana bentuk komunikasi dalam pelaksanaan upacara Dewa
Yadnya Mosa di Pura Bale Agung Kecamatan Kintamani, Kabupaten
Bangli.
Permasalahan diatas akan dikaji dengan memakai beberapa teori, teori
yang dipakai adalah teori fungsional struktural, teori makna simbol, teori
religi. dan teori komunikasi.
Selain itu dalam memperoleh dan menganalisis data dipakai beberaра
metode. yaitu metode observasi, metode wawancara dan metode pencatatan
dokumen.
Jenis Penelitian kualitatif dengan pendekatan filologis, sosiologis dan
theologies. Serta diojabarkan dengan metode deskriftif, sehingga diperoleh
suatu kesimpulan yang menyeluruh.
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan hasil penelitian dapat
disimpulkan bahwa : Dewa Yadnya Mosa dilaksanakan di Pura Bale
Agung. yang terletak di desa Pakraman Serai, Kecamatan Kintamani,
Kabupaten Bangli. Bentuk pelaksanaannya, disesuaikan dengan tradisi
yang sudah diwarisi oleh masyarakat secara turun temurun, baik itu berupa
rangkaian upacara, sarana prasarana, doa, rangkaian, pemimpin dan lain
sebagainya. Dimulai dari upacara ngapitu, piuning jagi maboros, ngusaba
toya, makarya sanggah pausya (mosa). puncak karya, upacara puniki
kamargiang ring purnamaning kapat. perang sato, upacara nyineb,
penyepian, upacara majaga taur/ngembak yasa, upacara nyelamping dan
terakhir upacara ngaturin.
Dewa yadnya mosa di Pura Bale Agung, yang terletak di Desa
Pakraman Serai, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, berfungsi untuk
memuja kebesaran tuhan dalam manivestasinya agar memberikan
keselamatan, kemakmuran sebab beliau merupakan sumber kehidupan bagi
masyarakat.
Bentuk komunikasi yang terdapat dalam upacara Dewa Yadnya Mosa
di Pura Bale Agung, yang terletak di Desa Pakraman Serai, Kecamatan
Kintamani, Kabupaten Bangli adalah : Nilai kesucian dan kesopanansebagai
landasan moral-etika dalam menyukseskan upacara Dewa Yadnya (Mosa).
Dalam kehidupan beragama Hindu. Nilai komunikasi yang terkandung
dalam upacara Dewa Yadnya Mosa yaitu dengan adanya musyawarah
(pasangkepan). Maka masyarakat Desa Pakraman Serai akan lebih mudah
berinteraksi antara prajuru dengan masyarakat di dalam melaksanakan
suatu rangkaian upacara Yadnya. Untuk saling membantu dan menolong
serta hidup berdampingan secara harmonis, sebab seseorang tidak mampu
menghindarkan diri dari keterikatan dan ketergantungan terhadap orang lain.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HE Transportation and Communications |
| Divisions: | Fakultas Dharma Duta > S1 - Penerangan Agama Hindu |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 28 Feb 2026 09:53 |
| Last Modified: | 28 Feb 2026 09:54 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1199 |

