I GEDE RUDIA ADIPUTRA, - (2004) TINGKAT KESRADDHAAN DAN PERILAKU KEAGAMAAN MAHASISWA SEKOLAH TINGGI AGAMA HINDU NEGERI DENPASAR. Other thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
1 S2 BW 2004 I GEDE RUDIA ADIPUTRA.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (29MB)
Abstract
ABSTRAK
TINGKAT KEŚRADDHÃAN DAN PERILAKU KEAGAMAAN
MAHASISWA SEKOLAH TINGGI AGAMA HINDU NEGERI
DENPASAR
Oleh : I Gede Rudia Adiputra
Tugas dan tanggungjawab yang diemban oleh Sekolah Tinggi Agama
Hindu Negeri Denpasar sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Agama R.I No.
65/1999 yang menyatakan bahwa; “Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri
Denpasar mempunyai tugas melaksanakan Pendidikan Tinggi dan penelitian
serta pengabdian kepada masyarakat di bidang ilmu pengetahuan agama Hindu,
teknologi dan /atau kesenian yang bernafaskan Hindu sesuai dengan perundangundangan yang berlaku". Uraian tersebut secara implisit mengandung maksud
imperatif bahwa tugas dan beban itu harus dilaksanakan dengan baik guna
membentuk sikap dan perilaku keagamaan yang selaras nilai-nilai agama melalui
pemantapan śraddhā dan bhakti di kalangan mahasiswa. Sikap dan perilaku keagamaan sebagai pernyataan dari kehidupan
keagamaan yang dapat diamati menggambarkan fenomena yang menarik, di satu
sisi menggambarkan kesadaran beragama atau keśraddhãan di kalangan
mahasiswa Hindu yang semakin meningkat, namun pada sisi lain menimbulkan
perbedaan sikap dan pola-pola perilaku beragama di kalangan mahasiswa.
Terbentuk dan berubahnya sikap dan perilaku keagamaan mahasiswa
memerlukan suatu proses yang panjang dan banyak faktor yang
mempengaruhinya. Sikap dan perilaku tersebut tumbuh dan berkembang seiring
bertambahnya usia, pendidikan, pengalaman, dan semakin luasnya pergaulan.
Menurut Robert H. Thomas (1995:75), terdapat sejumlah faktor yang
mungkin ada dalam perkembangan sikap keagamaan, yaitu: 1) faktor sosial,
yakni pengaruh pendidikan atau pengajaran dan berbagai tekanan sosial;
2).Pengalaman-pengalaman yang membantu sikap keagamaan, terutama
pengalaman mengenai berbagai faktor alami yakni keindahan, keselarasan, dan
kebaikan, juga pengalaman mengenai konflik moral, dan pengalaman emosional
keagamaan; 3) faktor-faktor yang seluruhnya atau sebagian timbul dari
kebutuhan-kebutuhan yang tidak terpenuhi, terutama kebutuhan terhadap
keamanan, cinta kasih, harga diri, dan ancaman; 4) faktor intelektual yang
meliputi berbagai proses pemikiran verbal.
Faktor-faktor tersebut memainkan peranan dan mempengaruhi
keśraddhäan dan pembentukan sikap keagamaan, namun harus dianggap tentatif
(dapat berubah), dan diakui adanya realitas bahwa tidak semua faktor yang
diajukan dapat menjawab secara keseluruhan faktor yang mempengaruhi
keśraddhāan dan merubah sikap dan perilaku seseorang. Bagaimana tingkat
keśraddhāan, sikap keagamaan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri
Denpasar akan dikaji secara mendalam melalui analisis penelitian kuantitatif
numerik yang dibingkai oleh rumusan masalah penelitian sebagai building block
untuk mengetahui tingkat keśraddhāan dan perilaku keagamaan mahasiswa
Hindu di STAHN Denpasar
dengan
Untuk membedah persoalan tersebut dipergunakan analisis kuantitatif
aplikasi statistik sederhana dalam bentuk Skor Maksimal Ideal (SMI).
Data penelitian diperoleh dengan memadukan berbagai teknik pengumpulan
data atau dengan teknik triangulasi metode seperti angket, daftar pertanyaan
terstruktur, wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Melalui aplikasi teknik
triangulasi khususnya triangulasi metode pengumpulan data, diharapkan akan
dapat mengatasi berbagai kelemahan yang ada pada masing-masing metode
pengumpulan data.
Berdasarkan atas analisis yang telah dilakukan terungkap bahwa : Secara
umum Skor Maksimal Ideal (SMI) atau nilai P yang diperoleh pada analisis
terhadap tingkat keśraddhaan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri
Denpasar dewasa ini sebesar 89 %. Score tersebut ada pada kisaran (range) 80-
89% dan tergolong baik. Kondisi ini tentu tidak statis sehingga sangat mungkin
semakin baik atau malah menurun tergantung dari faktor-faktor determinan yang
mempengaruhi seperti ; pengetahuan, tradisi keagamaan, lingkungan keluarga,
lingkungan sosial, dan lingkungan kampus.
Sedangkan perilaku keagamaan di kalangan mahasiswa Sekolah Tinggi
Agama Hindu Negeri Denpasar menunjukkan adanya ketidakselarasan dengan
kadar /tingkat keśraddhaan dan masih perlu ditingkatkan. Hal itu diperlihatkan
oleh hasil analisis proporsi Skor Maksimal Ideal (SMI) atau nilai P yang
diperoleh pada analisis terhadap perilaku keagamaan mahasiswa Sekolah Tinggi
Agama Hindu Negeri Denpasar sebesar 64.3 % dan tergolong cukup baik.
Kesenjangan ini terjadi karena berbagai faktor antara lain; tingkat pemahaman
agama yang berbeda, polarisasi tradisi keagamaan dan budaya dari masingmasing mahasiswa, dan perbedaan latar belakang pendidikan mereka. Di
samping itu tidak dapat dipungkiri bahwa perbedaan perilaku tersebut juga
banyak dipengaruhi oleh faktor individu itu sendiri seperti; faktor motivasi,
sikap, persepsi, keyakinan yang mendorong seseorang untuk merespon berbagai
hal dalam berinteraksi kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan analisis dalam pembahasan diketahui bahwa pengetahuan
keagamaan memberikan kontribusi penting bukan hanya untuk meningkatkan
kecerdasan mahasiswa atau dalam membangun intelligible character tetapi juga
memiliki peran penting dalam pembentukan sikap keagamaan mahasiswa yang
terkait dengan biologycal character.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Pascasarjana > S2 - Brahma Widya |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 01 Mar 2026 10:19 |
| Last Modified: | 01 Mar 2026 10:21 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1203 |

