AJARAN CATUR VARNA DALAM KEHIDUPAN BERAGAMA HINDU DI BALI

I KETUT WIANA, - (2004) AJARAN CATUR VARNA DALAM KEHIDUPAN BERAGAMA HINDU DI BALI. Other thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

[thumbnail of Tesis] Text (Tesis)
5 S2 BW 2004 I KETUT WIANA.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (21MB)

Abstract

ABSTRAK
Ajaran Catur Varna Dalam Kehidupan Beragama Hindu di Bali
Ajaran catur varna dalam agama Hindu merupakan ajaran yang dinyatakan dalam
kitab suci veda sebagai sabda Tuhan. Ajaran catur varna ini sangatlah luhur.Karena
dengan ajaran catur varna itu setiap orang berusaha mengenal profesinya
sendiri.Dengan mengenal profesi itu seseorang akan berusaha untuk mengembangkan
dinamika kehidupannya sesuai dengan varna atau profesi yang mereka miliki.Dengan
profesi itulah seseorang akan berusaha memberikan makna pada hidupnya melalui
suatu pengabdian pada sesamanya.Dengan pengabdian itulah seseorang akan
mendapatkan suatu pengabdian juga dari profesi yang lainnya secara timbal balik.
Ajaran catur varna dalam kitab suci veda dijabarkan lebih lanjut agar lebih mudah
dapat dipahami oleh umat pada umumnya.Penjabaran ajaran ini kedalam kitab-kitab
susastra Hindu oleh para resi dan para cendekiawan Hindu sudah sangat sesuai dengan
apa yang diajarkan dalam kitab suci veda sabda Tuhan itu.Bahkan kitab-kitab susastra
Hindu itu menjabarkan ajaran catur varna itu lebih jelas dan lebih aplikatif.
Pengamalan ajaran catur varna dalam kehidupan beragama Hindu sangat bertolak
belakang dengan konsepnya Menurut ajaran catur varna menentukan seseorang itu
Brahmana, Ksatria, Waisya dan Sudra berdasarkan guna dan karma. Hal itu sangat
jelas dan gamblang dinyatakan dalam kitab suci veda dan juga dalam kitab -kitab
susastra Hindu seperti Bhagawad Gita,Manawa Dharmasastra, Sarasamuscaya,
Slokantara dan lain-lainya.Menurut sumber-sumber tersebut masing-masing varna
memiliki swadharmanya masing-masing. Brahmana, Ksatria,Waisia dan Sudra itu
memiliki swadharma yang berbeda-beda,tetapi perbedaan itu satu sama lainya saling
lengkap melengkapi.Keempat varna itu memiliki perbedaan paralel horizontal bukan
vertikal genealogis.Paralel horizontal artinya perbedaan yang setara dan rata tidak ada
tinggi rendah. Vertikal genealogis artinya perbedaan yang tegak lurus berdasarkan
keturunan. Disamping itu perbedaan dalam catur varna itu adalah perbedaan yang
komplementatif bukan perbedaan yang antagonistis.Perbedaan komplementatit artinya
perbedaan yang saling lengkap melengkapi,bukan saling bertentangan. Jadinya
perbedaan dalam catur varna itu adalah perbedaan yang dapat memotivasi tumbuhnya
sinergi sosial berdasarkan profesi yang saling berkontribusi secara timbal balik.
Dalam praktek kehidupan beragama Hindu di Bali untuk menentukan seseorang
itu Brahmana,Ksatria.Waisya dan Sudra adalah keturunan atau wangsa bukan guna
dan karma seperti ajaran catur varna.Bahkan dalam kenyataannya umat Hindu hidup
dalam stratifikasi sosial yang berkasta-kasta.Kasta yang satu lebih tinggi dan lebih
terhormat dari pada kasta yang lainya.Hal ini memang sudah tidak begitu nampak
dalam kehidupan politik,pemerintahan,hukum,birokrasi maupun ekonomi. Tetapi
dalam kehidupan dibidang keagamaan dan kehidupan beradat istiadat Bali masih
sangat kuat berdasarkan kasta-kasta tersebut.
Ketidak sesuaian penerapan ajaran catur varna ini banyak sekali menimbulkan
dampak negatif dalam kehidupan beragama Hindu.Dampak negatif itu ada dua yaitu
keluar dan kedalam.Dampaknya keluar menimbulkan citra negatif terhadap agama
Hindu dimata orang yang bukan beragama Hindu.Dampaknya kedalam terhadap umat
Hindu sendiri sering menjadi sumber konflik di intern umat Hindu sendiri. Seolaholah dalam ajaran agama Hindu manusia itu dibeda-bedakan harkat dan martabatnya
berdasarkan kelahiranya bukan berdasarkan perbuatannya.Dampak negatif ini meluas
dalam berbagai aspek kehidupan beragama Hindu di Bali.Dalam penyelenggaraan
berbagai upacara agama Hindu kesalah pahaman tentang catur varna ini banyak
menimbulkan masalah.Upacara keagamaan Hindu itu sering dibedakan berdasarkan
wangsa di Bali.Seperti upacara metatah, ngaben.Demikian juga dalam dalam
perlakuan secara adat istiadat Hindu di Bali masih saja ada yang membeda-bedakan
berdasarkan wangsa. Demikian juga masalah perkawinan masih dikenal adanya
diskriminasi perkawinan karena perbedaan wangsa. Demikian juga dalam sistem
kepanditaan Hindu. Meskipun sama-sama diupacarai sebagai pendita tetapi disikapi
sangat berbeda-beda terutama oleh mereka yang sedang punya jabatan di elit
pemerintahan maupun di elit sosial.
Kalau diperhatikan sejak awal abad ke XX masehi sudah ada berbagai perjuangan
untuk meninggalkan sistim wangsa peninggalan jaman kerajaan dan kembali pada
kesetaraan sesuai dengan sistem catur varna. Perjuangan tersebut selalu dihambat oleh
campur tangan kekuasaan dan sikap masyarkat yang vertikal oriented. Apa saja kalau
sudah kebijakan itu dari atas umumnya masarakat manut-manut saja.Mereka pasrah
karena dianggap sudah takdir mereka lahir sebagai panjak atau parekan.Meskipun
demikian ada juga perubahan secara sporadis meskipun sangat lambat. Sikap vertikal
oriented dari masyarakat ini sangat manut pada wibawa penguasa yang ada.Karena
sampai saat ini golongan dari jaba wangsa belum pernah memegang jabatan tertinggi
di Bali. Disamping itu pejabat yang berkuasa dengan tidak memandang dari mana
golongannya belum pernah secara serius ikut serta memotivasi terwujudnya ajaran
catur varna secara murni dan konsekwen dalam kehidupan adat istiadat dan beragama
Hindu di Bali.
Dengan adanya berbagai kebijakan dari PHDI baik dalam bentuk bhisama
tentang catur varna maupun mengenai sadhaka sesungguhnya sudah cukup kuat
sebagai landasan untuk secara bertahap menegakan ajaran catur varna dalam
pelaksanaan kehidupan beragama Hindu di Bali.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Pascasarjana > S2 - Brahma Widya
Depositing User: Unnamed user with username isma
Date Deposited: 02 Mar 2026 12:04
Last Modified: 02 Mar 2026 12:18
URI: http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1207

Actions (login required)

View Item
View Item