I MADE ARDANA, - (2004) PEMENTASAN WAYANG KULIT SAPU LEGER DI DESA SUKAWATI, KECAMATAN SUKAWATI, KABUPATEN GIANYAR (Analisis Bentuk, Fungsi, dan Makna). Other thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
6 S2 BW 2004 I MADE ARDANA.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (17MB)
Abstract
ABSTRAK
PEMENTASAN WAYANG KULIT SAPU LEGER
(Analisis Bentuk, Fungsi, dan Makna)
Penelitian Wayang kulit sapu leger diilhami oleh muatan filosofis dan fungsi
yang terdapat di balik bentuk atau wujud wayang tersebut. Dilihat dari tataran
filosofis Hindu yang mengenal konsep Rwa bhineda, pada intinya pelaksanaan
ajaran agama dikenal dengan keyakinan Sakral dan juga ada yang Sekuler, yang
sakral inilah yang sangat perlu disosialisasikan pada kehidupan dalam pelaksanaan
ajaran agama Hindu.
Berdasarkan hal tersebut maka permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini
meliputi, bagaimana bentuk fisik wayang kulit sapu leger dalam kaitannya dengan
kelahiran orang yang lahir pada wuku tumpek wayang, serta bagaimana filosofis,
fungsi dan makna dalam upacara Ruwatan atau penetralisasian bahaya yang
diakibatkan oleh kelahiran pada wuku tumpek wayang.
Semua permasalahan tersebut ditelaah dengan menggunakan teori estetika,
teori rasa, teori struktural dan siombolisme, sedangkan metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara, kepustakaan dan tehnik
dokumentasi. Data yang diproleh dianalisis dengan tehnik analisis deskritif
interpretatif yang merupakan jenis penelitian kualitatif. Sedangkan lokasi penelitain
bertempat di kecamatan Sukawati dan Ubud kabupaten Gianyar, karena kabupaten
ini merupakan gudangnya seni yang sarat dengan kegiatan ritual.
Analisis bentuk wayang memperlihatkan pada pemahaman fisik sebuah karya
seni yang secara fungsional mehgandung karakteristik filosofīs kehidupan yang
berkaitan dengan ritual upacara agama Hindu, kemudian fungsi lainnya berkaitan
dengan estetika baik bentuk maupun cara pementasannya selalu menggambarkan sisi
kehidapan konsep rwa bhineda.. sedangkan simbolik dan filosofis merupakan
perwujudan dari dialog antara jiwa (atma) dengan parama atma atau antara mikrokosmos dengan mikrokosmos dalam rangka pencarian jati diri menuju hakikat
yang sejati yakni Moksah.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Pascasarjana > S2 - Brahma Widya |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 02 Mar 2026 12:22 |
| Last Modified: | 02 Mar 2026 12:26 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1208 |

