UPACARA NYENUK DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT HINDU DI DESA ADAT BUWIT KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN TABANAN BALI

I WAYAN RITIAKSA, - (2004) UPACARA NYENUK DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT HINDU DI DESA ADAT BUWIT KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN TABANAN BALI. Other thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

[thumbnail of Tesis] Text (Tesis)
13 S2 BW 2004 I WAYAN RITIAKSA.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (21MB)

Abstract

ABSTRAK
UPACARA NYENUK
DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT HINDU
DI DESA ADAT BUWIT KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN
TABANAN BALI
Oleh : 1 Wayan Ritiaksa
Masyarakat Hindu di Bali pada umumnya telah scjak lama inengenal dan
melaksanakan Upacara Yajna, baik yajna dengan tingkat yang besar (Ultama), menengah
(Madhya), dan kecil (Kanista). Upacara Yajna tersebut dilaksanakan dalam berbagai
kepentingannya. Ada lima macam yajna yang dilaksanakan disebat panca Yujna.
Salah satu yajna yang termasuk dalam Upucara Dewa Yajnu adalah Upacara Nyenuk
yang merupakan bagian dari Upacara Ngenteg Linggih. Pelaksanaan Upacara Nyeruk di
beberapa tempat di Bali, antara yang satu dengan yang lainnya kadang-kadang ada
perbedaan bila di lihat dari bentuknya. Sebagai contoh ada pelaksanaan Upacara Nyenuk
secara ngubeng (setempat saja) dan ada yang memulaí dari sebuah pura tempat mendak
şiwi. Tujuan penelitian ini meliputi dua aspek tujuan yaitu: Tujuan Unum dan Tujuan
Khusus. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih
luas mengenai pelaksanaan Upacara Nyenuk dan aplikasinya dalam kehidupan
masyarakat Hindu di Desa Adat Buwit. Secara khusus penelitian ini juga bertujuan untuk
mengetahui fungsi dan makna sosial religius Upacara Nyenık dalam kehidupan
masyarakat Hindu di Desa Adat Buwit, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan-Bali. Aktivitas penelitian terbagi menjadi tiga tahapan yakni: tahap orientasi awal,
eksplorasi, dan analisis data. Kegiatan orientasi awal dimaksudkan untuk menciptakan
hubungan yang harmonis di lapangan, di samping sebagai upaya untuk mengadakan studi
terhadap literatur-literatur yang terkait dengan penelitian. Data lapangan yang diperoleh
baik data primer maupun sekunder dikumpulkan dengan teknik dokumentasi, teknik
wawancara (interview), dan observasi. Data selanjutnya dianalisis dengan teknik
deskriptif analistis dan verifikatif
Berdasarkan atas penelitian lapangan maka dapat dikemukakan hasil penelitian
secara ringkas sebagai berikut:
Upacara Nyenuk adalah rangkaian terakhir dari Upacara Ngenteg Linggih, yang
pelaksanaannya dilakukan dengan berprosesí dalam bentuk iring-ir'ngan upacara, dengan
menghadirkan simbol-simbol Dewa Panca Dewata. Prosesi ini di mulai dari sebuah
tempat suci (Pura) yang disebut dengan tempat Mendak Siwi, artinya tempat menjemput
sungsungan (yang di sungsung/yang di puja). Ista Dewata yang dihadirkan adalah Dewa
Panca Dewata yaitu lima dewa yang menjaga lima penjuru mata angin. Dewa Wisnu
dilambangkan dengan warna hitam dari arah utara, Dewa Iswara dilambangkan dengan
warna putih dari arah timur, Dewa Brahma dilambangkan dengan warna merah dari arah
selatan, Dewa Mahadewa dilambangkan dengan warna kuning dari arah barat, dan Dewa
Siwa dilambangkan dengan warna-warni (Loreng) di arah tengah.
Dalam perjalanan Upacara Nyenuk terjadi Sesapan (dialog religius) yang memiliki
fungsi dan makna tertentu dalam kehidupan bermasyarakat. Isi sesapan (dialog religius)
tersebut adalah percakapan suci para Dewa yang akan majenukan dengan para
penyambut tamu pemilik Upacara Yadnya Ngenteg Linggih. Para tamu (Panca Dewata)
kemudian disambut pula dengan perjamuan "seperti” layaknya dalam kehidupan nyata.
disuguhkan hidangan berupa minuman rujak dan makanan. Jadi Upacara Nyenuk yang
dilaksanakan itu, memiliki fungsi dan makna dalam kehidupan socia! religius. Dilihat
dari fungsinya Upacara Nyenuk sebagai model kemampuan hubungan manusiawi,
sebagai pembentuk akhlak yang baik, dalam rangka membentuk sikap hidup berdasarkan
nilai ajaran moral yang luhur dan bermakna sebagai kehadiran Dewa melaksanakan
Nyenuk. Melakukan sesapan (dialog religius) sebagai rasa persahabatan yang dapat
menumbuhkan pembinaan budi pekerti yang luhur serta menumbuhkan rasa seni yang
dapat menghaluskan jiwa.
Demikianlah pelaksanaan Upacara Nyenuk pada umat Hindu di Desa Adat Buwit,
telah mengaplikasikan fungsi dan makna Upacara Nyenuk dalam kehidupan
bermasyarakat, meskipun belum sepenuhnya menyadari bahwa Upacara Nyenuk
memiliki fungsi dan makna teologis yang perlu dikaji lebih dalam, guna mengungkap
nilai-nilai ajaran Agama Hindu yang sangat luhur.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Pascasarjana > S2 - Brahma Widya
Depositing User: Unnamed user with username isma
Date Deposited: 03 Mar 2026 03:55
Last Modified: 03 Mar 2026 03:57
URI: http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1215

Actions (login required)

View Item
View Item