I WAYAN SUASTIKA, - (2004) AKTUALISASI DANA PUNYA DALAM KEHIDUPAN KESEHARIAN UMAT HINDU : Studi Kasus di Desa Adat Sumerta, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar. Other thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
14 S2 BW 2004 I WAYAN SUASTIKA.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (13MB)
Abstract
ABSTRAK
AKTUALISASI DĀNA PUŅYA DALAM KEHIDUPAN
KESEHARTIAN UMAT HINDU
Studi Kasus di Desa Adat Sumerta, Kecamatan Denpasar Timur,
Kota Denpasar
Oleh: I Wayan Suastika
Dāna punya adalah salah satu aspek ajaran agama Hindu yang mengajarkan
kepada manusia untuk hidup saling tolong menolong serta saling mengasihi. Dăna
punya dilandasi oleh ajaran Tat Twam Asi yang memandang orang lain seperti dirinya
sendiri, oleh karena itu menolong dan mengasihi orang lain berarti menolong dan
mengasihi diri sendiri. Dāna punya bermakna kebajikan dan kelepasan. Kebajikan
diimplemantasikan dengan berprilaku sopan, ramah, luwes, dan suka menolong.
Kelepasan artinya tidak terikat akan pahala dari apa yang diberikan pada orang lain.
Begitu luhurnya nilai-nilai yang terkandung dalam dāna punya, tetapi
kenyataannya belum dapat diaktualisasikan sesuai harapan. Kenyataan yang terjadi
dalam kehidupan masyarakat, hanya dalam kegiatan ritual keagamaan saja
masyarakat sangat antusias melaksanakan dāna punya, lebih-lebih tempat
penyelenggaraannya di pura, sedangkan untuk kegiatan sosial yang lain belum
mendapatkan perhatian yang serius. Masyarakat beranggapan bahwa dāna punya di
pura akan mendapatkan pahala/rahmat dari Tuhan, sedangkan dāna puņya untuk
kepentingan yang lain hanyalah bersifat sumbangan belaka. Dāna puņya untuk
kepentingan sosial dan pendidikan masih belum mendapatkan perhatian yang baik.
Ini menandakan pemahaman masyarakat terhadap dāna punya masih sangat kurang.
Sosialisasi dāna puņya sangat jarang di lakukan, kalaupun ada tidak pernah sampai
kepada umat paling bawah. Pelaksanaan dāna punya selama ini masih terkesan di
komando, jika ada kegiatan yang membutuhkan dana banyak barulah dilaksanakan
dāna punya, tetapi jika di pandang dana mencukupi, maka tidak perlu mengumpulkan
dāna puņya. Sikap seperti ini tidak perlu terjadi kalau fungsi dan makna dāna punya
benar-benar dihayati, karena sesungguhnya dāna puņya meliputi seluruh aspek
kehidupan manusia. Dāna puņya sifatnya spontan, ikhlas tanpa pamrih. Permasalahan
yang dihadapi sekarang adalah : Pertama, tidak adanya lembaga khusus yang
menangani dāna punya di tingkat desa yang menyentuh langsung kehidupan
masyarakat. Kedua, belum dicantumkannya däna puņya pada institusi yang ada
seperti Awig-Awig Desa maupun Banjar, ini berarti belum mendapatkan perhatian
dari para elit masyarakat. Ketiga, manajemen pengelolaan dāna puņya menyangkut
pertanggung jawaban dari lembaga yang menangani dāna puņya sebagai aspek
transparansi belum sampai kepada masyarakat bawah.
Pelaksanaan dāna punya saat ini baru memenuhi faham kolektivitas yang muncul
dari kesadaran biologis, belum menyentuh kesadaran transendental.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 03 Mar 2026 04:02 |
| Last Modified: | 03 Mar 2026 04:07 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1216 |

