IDA BAGUS GEDE CANDRAWAN, - (2004) PENGGUNAAN ITIK DALAM BHUTA YADNYA DI BALI (Kajian Bentuk, Fungsi, dan Makna). Other thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
16 S2 BW 2004 IDA BAGUS GEDE CANDRAWAN.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (12MB)
Abstract
ABSTRAK
Masyarakat Bali merupakan salah satu komunitas yang memiliki
identitas kebudayaan yang menarik. Umat Hindu di Bali telah
mewujudkan praktek kebudayaannya sebagai bentuk implementasi ajaran
keagamaan. Artinya, selalu saja nampak hubungan harmonis antara
praktek budaya dengan pelaksanaan keagamannya. Salah satu bentuk ritual
dan tradisi yang masih dijalankan adalah penggunaan binatang itik dalam
kegiatan ritual keagamaannya.
Penelitian ini merupakan penggabungan dari penelitian
kepustakaan (library research) dengan penelitian field research (penelitian
lapangan) yang mengkaji aspek bentuk, fungsi dan makna penggunaan itik
dalam upacara agama Hindu di Bali. Objek materialnya adalah simbolsimbol itik dalam setiap upacara keagamaan. Sedangkan objek formalnya
adalah memahami bentuk, fungsi dan maknanya. Perpaduan penelitian ini
untuk memberikan suatu pemahaman baru atas konsepsi masyarakat Hindu
di Bali tentang bentuk, fungsi dan makna penggunaan itik dan pentingnya
bagi kehidupan umat manusia.
Penelitian ini dilakukan untuk menjawab permasalahan yang
berkaitan dengan penggunaan simbol dalam tradisi ritual upacara
keagamaan masyarakat Hindu di Bali. Secara lebih rinci penelitian ini
untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana bentuk, fungsi dan makna
penggunaan itik dalam upacara Bhuta yadnya di Bali. Pengungkapan atas
makna yang terkandung dalam penggunaan itik tersebut menunjukkan
teraturnya lembaga antara agama dan kebudayaan dalam setiap tradisi
dalam masyarakat Hindu di Bali. Dalam penelitian ini menggunakan
metode wawancara, observasi dan studi kepustakaan.
Dalam mengungkapkan bentuk, fungsi dan makna yang terkandung
dalam penggunaan itik dalam upacara agama Hindu di Bali, menunjukkan
bahwa penggunaan itik lebih dominan berbentuk melayang-layang
(meblulangan) kulitnya dan dagingnya diolah. Dalam konteks ini itik
mempunyai fungsi sebagai peredam dan penetralisir kekuatan Kala, Bhuta
dan Dengen. Sementara maknanya akan berbeda-beda sesuai dengan letak
dan urip dari arah mata angin.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Pascasarjana > S2 - Brahma Widya |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 03 Mar 2026 04:21 |
| Last Modified: | 03 Mar 2026 04:23 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1218 |

