NI MADE SOKANINGSIH, - (2004) UPACARA PEMUJAAN DURGAMAHISASURAMARDINI DI PURA BUKIT DHARMA KUTRI BURUAN BLAHBATUH GIANYAR. Other thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
17 S2 BW 2004 NI MADE SOKANINGSIH.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (12MB)
Abstract
Abstrak
Upacara Pemujaan Durgamahisasuramardini Di Pura Bukit Dharma Kutri
Buruan Blahbatuh Gianyar
Pura merupakan tempat suci yang berfungsi bagi penyungsungnya menghubungkan diri sebagai makhluk primat yang tertinggi yaitu manusia dengan
Sang Hyang Widhi serta tempat melaksanakan aktifītas upacara, yang dikenal
dengan upacara Dewa Yadnya.Di pura Bukit Dharma adalah untuk memuja
Durgamahisasuramardini atau masyarakat disana menyebut dengan Bhatari Giri
Putri yang dilaksanakan setiap setahun sekali pada hari Purnama Sasih Kasa. Di
Pura itu terdapat arca dengan Durgamahisasuramardini yang mempunyai ciri
khas, satu-satunya di Bali sebagai pewujudan putri Mahendradatta.
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah pertama untuk
mengetahui fungsi dari Durgamahisasuramardini ditinjau dari Teologi Hindu dan
Tradisi local. Kedua untuk mengetahui secara lebih jelas tentang bentuk upacara
pemujaan Durgamahisasuramardini di Kutri. Ketiga ingin mendalami secara lebih
jelas fungsi dan makna upacara Pemujaan Durgamahisasuramardini di Kutri
Buruan.
Landasan teori yang digunakan adalah teori fungsional Struktural,
dan teori Interaksionalisme Simbolik.
Bentuk upacara berpelaksanaan upacara terdiri dari Pendahuluan, Inti,
Penutup. Pada upacara pendahuluan mecaru Mendak Nuntun ke Pucak untuk
turun ke Penataran dengan upacara Segeh Agung. Upacara inti pada saat Pujawali
adalah dengan susunan Ngayaban Banten seperti berikut, ke Surya (Ke DewaDewi), Kepratiwi, Kepenjor, ring Ajeng, ring Pucak, ring Catur, ngayab soroan
bangkit, pekoleman, tegteg Pulegembal, Jerimpen Perangkatan, Tebasan, Tebasan
Panca Lingga, Tebasan Guru Piduka, Gelar Sanga, Masegeh Muspa.
Fungsi upacara:
a. Pelayanan pada Tuhan (Ida Hyang Widhi Wasa), upacara artinya pelayanan,
b. Mohon ampun pada Tuhan (Ida Hyang Widhi Wasa) semakin dekat pada
Tuhan semakin luhur prilaku sehingga diampuni dari dosa
c. Mempertahankan kesakralan Durgamahisasuramardini sebagai perwujudan
putri Mahendradatta. Istri dari raja Udayana di Bali.
Makna upacara, segala upacara adalah bermakna. Makna simbolis Tri
Bhuana letak banten secara garis besar jaba, paselang, sanggar tawang. Secara
umum mengga.barkan Tri Bhuana, ada Bhur, ada Bhwah, ada Swah, serta
meningkatkan Sradha dan Bhakti dengan menggunakan mantra dalam
penyelesaian upacara tersebut oleh Sulinggih.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Pascasarjana > S2 - Brahma Widya |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 03 Mar 2026 04:27 |
| Last Modified: | 03 Mar 2026 04:29 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1219 |

