I GEDE KINTEN, - (2005) KONSEP KETUHANAN DALAM TEKS GANAPATI TATTWA. Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
1 S2 BW 2005 I GEDE KINTEN .pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (20MB)
Abstract
ABSTRAK
KONSEP KETUHANAN DALAM
TEKS
GANAPАTI ТАТTWA
Oleh : I Gede Kinten
Ganapati Tattwa (GT) adalah salah satu lontar yang dikelompokkan
ke dalam lontar tattwa. Lontar ini dipilih untuk dikaji karena memuat ajaran
Śiwa Tatwa, sama halnya dengan Bhuana Kosa, Wrhaspati Tattwa, dan
Tattwa Jñāna. Sistem pengajarannya mengikuti sistem pengajaran Upanisad.
Pengajaran Upanisad di Bali lebih dikenal dengan Tutur atau Satwa, yang
dikemas dalam bentuk dialog antara guru dengan murid. Tokoh utama yang
ditampilkan dalam teks Ganapati Tattwa adalah Bhatara Śiwa dan tokoh
yang kedua adalah Sang Hyang Ganapati atau sering juga disebut Sang
Hyang Ganadipa. Isi ajarannya sangat suci dan abstrak hingga memerlukan
pemahaman yang dalam dan tajam. Hal-hal yang sulit sering ditanyakan
pada gurunya, kemudian Bhatara Śiwa atau gurunya mengulas secara
panjang lebar dan sistematis, hingga bisa melatih siswa untuk kreatif dan
berpola pikir logis.
Bertalian dengan hal itu maka permasalahan yang dibahas dalam
penulisan ini adalah: (1) Bagaimana bentuk Teologi dalam Ganapati
Tattwa, (2) Apakah fungsi teks Ganapati Tattwa? dan (3) Bagaimana
makna Teologi Ganapati Tattwa ? Tujuan penelitian ini adalah untuk
memperoleh kejelasan mengenai struktur bentuk Ganapati Tattwa, fungsi
Ganapati Tattwa dan makna Ganapati Tattwa.
Untuk mencapai tujuan penelitian ini penulis mempergunakan teori :
Struktural, teori fungsi dan teori pemaknaan yang dirangkai dengan teori
Semiotik. Teori struktur dipergunakan untuk mengungkap bentuk
intrinsiknya yang meliputi : (1) Insiden, yaitu kejadian atau peristiwa yang
terkandung dalam cerita baik kecil ataupun besar (2) Plot, struktur gerak
yang terdapat dalam fiksi (3) Penokohan, adalah proses penampilan tokoh
dengan pemberian watak, sifat, kekuasaan tokoh panutan suatu cerita dan
(4) Tema, yaitu sesuatu yang menjadi persoalan utama dalam sebuah karya
sastra. Teori fungsi untuk mengungkap fungsi Ganapati Tattwa dari segi (1)
Etika mengenai tata susila dalam Teks Ganapati Tattwa kaitannya dengan
Agama Hindu (2) Upacara, yaitu kerelevansian antara upacara dalam agama
Hindu dengan Teologinya dan (3) Estetika, untuk mengungkap nilai
keindahan teks Ganapati Tattwa. Teori pemaknaan dan semiotik untuk
memperoleh kejelasan mengenai (1) Teologi Hindu yang meliputi Sang
Hyang Sukha Acintya, Sang Hyang Jagat Karana dan Atma (2) Kosmologi
mengenai penciptaan Bhuana Agung dan Bhuana Alit, Panca Budhi Indria
dan Dasendria serta Panca Homa dan Panca Tirta dan (3) Kalepasan
mengenai Karmaphala, Punarbhawa dan Moksa.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tahapantahapan yaitu: (1) Pengumpulan data melalui penelitian kepustakaan dan
metode wawancara, yang dibantu dengan teknik pencatatan, (2) Metode
Analisis data dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif, yang
dibantu dengan teknik terjemahan dan (3) Metode pengajian analisis data.
Dari hasil analisis dapat disampaikan bahwa: (1) Ganapati Tattwa
tersusun dari 60 Sloka berbahasa Sansekerta dan terjemahan bebasnya
berbentuk prosa dalam bahasa Jawa Kuno sehingga bisa dilihat koherensi
intrinsiknya dalam membangunan suatu bentuk teks. (2) Fungsi Ganapati
Tattwa dalam masyarakat Bali sebagai sarana didaktis baik mengenai,
estetika, etika dan upacara. (3) Di samping itu Ganapati Tattwa juga
memiliki makna teologi yang berisikan tentang konsep-konsep Ketuhanan,
Penciptaan tentang sistem dunia (kosmologi) dan juga kelepasan untuk
mencapai moksa.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Pascasarjana > S2 - Brahma Widya |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 08 Mar 2026 12:11 |
| Last Modified: | 08 Mar 2026 12:12 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1221 |

