I KOMANG SUTAMA, - (2005) PEMBELAJARAN AGAMA HINDU DI LINGKUNGAN MASYARAKAT HETEROGENITAS (Studi Kasus Pada Siswa Sekolah Dasar di Kota Mataram). Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
16 S2 BW 2005 I KOMANG SUTAMA.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (16MB)
Abstract
ABSTRAK
Pembelajaran Agama Hindu Di Lingkungan Masyarakat Heteroger.itas
(Studi Kasus Pada Siswa Sekolah Dasar di Kota Mataram)
Merebaknya isu-isu moral di kalangan remaja seperti penggunaan narkotika
dan obat-obat terlarang (Narkoba), tawuran pelajar, pornografi, perkosaan, perusakan
milik orang lain, perampasan, penipuan, pengguguran kandungan, penganiayaan,
perjudian, pembunuhan dan lain-lain sudah menjadi masalah sosial yang sampai saat
ini belum dapat diatasi secara tuntas. Akibat yang ditimbulkan cukup serius dan dan
tidak dapat lagi dianggap sebagai suatu persoalan sederhana, karena tindakan-tindakan
tersebut sudah menjurus kepada tindakan kriminal. Kondisi ini sangat memprihatinkan
masyarakat khususnya para orang tua dan para guru (pendidik), sebab pelaku-pelaku
beserta korbannya adalah kaum remaja, terutama para pelajar dan mahasiswa.
Banyak orang berpandangan bahwa kondisi demikian diduga bermula dari
apa yang dihasilkan oleh dunia pendidikan. Pendidikanlah yang sesungguhnya paling
besar memberikan kontribusi terhadap situasi ini, mulai dari pendidikan dalam
keluarga, lingkungan sekitar dan pendidikan dalam sekolah. Di bidang pendidikan
sekolah, terjadinya penyimpangan moral tersebut tidak dapat hanya menjadi tanggung
jawab pendidikan agama, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh
pengajar/pendidik di sekolah.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model, metode serta
bagaimana aplikasi pembelajaran Agama Hindu di Sekolah Dasar pada lingkungan
heterogenitas.
Landasan teori yang digunakan adalah gabungan beberapa teori yang
berkaitan dengan model dan metode pembelajaran yaitu: proses belajar mengajar di
sekolah yang menjelaskan tentang model serta metode pembelajaran yang iazim
digunakan di dalam aktivitas pembelajaran. Konsepsi Tri Hita Karana dalam
masyarakat serta teori pembelajaran moral menjelaskan bahwa moralitas remaja
sangat penting sebab akan menentukan nasib dan masa depan mereka serta
kelangsungan hidup Bangsa Indonesia umumnya.
Penelitian dilakukan dengan mewawancarai guru-guru agama di sekolah
dasar di Kota Mataram serta dilengkapi dengan daftar pertanyaan yang disebar pada
siswa yang dipakai sebagai sampel. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik
deskriptif kualitatif.
1.
Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan secara ringkas sebagai berikut :
Aplikasi pembelajaran Agama Hindu di sekolah dasar terhadap lingkungan
heterogenitas ternyata dapat dilihat dari hubungan baik antara sesama teman
serta adanya saling menghargai. menghormati baik dalam melaksanakan
ibadah maupun dalam pergaulan sehari-hari.
2. Pembelajaran Agama Hindu tidak terlepas dari kedudukan Kitab Suci Veda
sebagai sumber ajaran Agama Hindu. Oleh karena itu, kitab Suci Veda dan
susastra Hindu lainnya berfungsi sebagai pedoman yang menuntun manusia
dalam menjalankan kegiatan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan
kegiatan pendidikan.
3. Pembelajaran Agama Hindu dilingkungan masyarakat heterogenitas bagi
para siswa di sekolah dasar di Kota Mataram adalah sebagian besar
mendapatkan pelajaran Agama secara terjadwal, hanya satu SD negeri yang
tidak terjadwal yaitu SDN 8 Cakranegara.
4. Guru Agama Hindu yang sesuai dengan bidang studinya sangat minim. Dari
SDN di Kota Mataram hanya ada 3 guru yang benar-benar guru Agma
Hindu yang lainnya dari guru Hindu yang membantu mengisi pelajaran
Agama Hindu. 3 SD tersebut yaitu SDN 1 Cakranegara, SDN 3 Ampenan
dan SDN 17 Ampenan.
5. Model pembelajaran Agama Hindu pada tingkat Sekolah Dasar terhadap
lingkungan yang heterogenitas yaitu menggunakan model secara klasikal
dan kelompok.
6. Metode pembelajaran Agama Hindu yang dipakai yaitu metode ceramah,
penugasan, diskusi serta tanya jawab.
7. Penggunaan metode dan model yang baik dan dikuasai dengan matang oleh
seorang guru dalam sebuah peristiwa pembelajaran, akan menentukan
berhasilnya sebuah pembelajaran. Seorang guru harus mengenali
karakteristik siswa. menguasai materi, menggunakan sarana penunjang pembelajaran dan memiliki keterampilan mengajar.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Pascasarjana > S2 - Brahma Widya |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 26 Mar 2026 09:52 |
| Last Modified: | 26 Mar 2026 09:56 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1238 |

