I NYOMAN SUMANTRI, - (2005) UPACARA NGAYUM PURA KAHYANGAN JAGAD SURANADI, DESA SURANADI, KECAMATAN NARMADA, KABUPATEN LOMBOK BARAT. Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
19 S2 BW 2005 I NYOMAN SUMANTRI.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (15MB)
Abstract
ABSTRAK
UPACARA NGAYUM PURA KAHYANGAN JAGAD SURANADI, DESA
SURANADI, KECAMATAN NARMADA, KABUPATEN
LOMBOK BARAT
OLEH: INYOMAN SUMANTRI
Penelitian terhadap upacara ngayum pura kahyangan jagad Suranadi
dilatarbelakangi oleh adanya suatu pemugaran suatau tempat suci yang mutlak
memerlukan suatu proses upacara dan berbagai jenis banten. Upacara dan berbagai
jenis banten ini biasanya dilakukan dari awal akan dimulainya suatu kegiatan
pemugaran sampai dengan selesainya pembangunan pura tersebut.
Fokus penelitian berdasarkan pada tiga rumusan masalah, yaitu : ( 1 ). Sarana
apa saja yang digunakan dalam proses upacara ngayum pura kahyangan jagad
Suranadi ?, (2). Bagaimana proses upacara ngayum pura kahyangan jagad
Suranadi?, dan ( 3 ). Apa makna yang terkandung dalam upacara nagayum pura
kahyangan jagad Suranadi tersebut ?.
Landasan teori yang dipergunakan adalah : ( 1 ). Teori struktural fungsional
yang menekankan pada keteraturan (order) dan mengabaikan konflik dan
perubahan-perubahan dalam masyarakat. Pusat perhatiannya kepada fungsi Fakta
Sosial terhadap Fakta Sosial yang lain, (2 ). Teori Interaksi Simbolik, dapat
dinyatakan terjadinya suatu interaksi diantara umat Hindu yang berlatar belakang
pengetahuan agama dalam suatu upacara keagamaan disebabkan oleh adanya
pemahaman dan pengertian yang sama terhadap simbol-simbol keagamaan yang
sedang dipraktekkan, ( 3 ). Teori Religi, manusia memeluk suatu agama karena
adanya suatu kekuatan lain diluar batas kesadaran manusia, ( 4 ). Teori Makna,
agama melabelkan kekuatan sakral pada objek-objek dan makna-makna yang
dengannya manusia manusia membangun dunia sosial dan model-model kosmos.
Aktifitas penelitian dilakukan dibagi kedalam tiga tahap kegiatan, yaitu:
tahap orientasi awal, eksplorasi dan tahap analisis. Kegiatan orientasi awal
dimaksudkan untuk menciptakan hubungan yang harmonis (rapport) di lapangan
disamping berupaya untuk mengadakan studi terhadap literatur-literatur yang terkait
dengan penelitian. Data-data tersebut kemudian dianalisis dengan tekhnik deskriptif
kualitatif.
Berdasarkan pada hasil penelitian yang dilakukan maka dapat dilakukan hasil
penelitian secara ringkas sebagai berikut : ( 1 ). Jenis-jenis sarana yang digunakan
dalam upacara ngayum pura kahyangan jagad Suranadi adalah disamping
menggunakan sarana-sarana umum juga menggunakan sarana-sarana khusus dan
sarana pokok pada upacara ngayum, ( 2 ). Proses pelaksanaan upacara ngayum
adalah: diawali dengan memohon hari baik (subhadewasa) kepada Sulinggih.
penuntuman, ngeruak, nyikut karang, mendem dasar, ngadegang, ngawug / makuh,
mlaspas, ngenteg linggih, piodalan dan penutup, (3). Makna upacara ngayum
adalah makna Solidaritas, makna religius, makna keharmonisan / keseimbangan
antara makro dengan mikrokosmos dan makna kesuburan.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Pascasarjana > S2 - Brahma Widya |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 26 Mar 2026 10:07 |
| Last Modified: | 26 Mar 2026 10:08 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1241 |

