UPACARA NGUSABHA WARGA SIRAM DI PURA BATU MADEG DI DESA BESAKIH KABUPATEN KARANGASEM : Analisis Bentuk, Fungsi, dan Makna

NI WAYAN GATERI, - (2005) UPACARA NGUSABHA WARGA SIRAM DI PURA BATU MADEG DI DESA BESAKIH KABUPATEN KARANGASEM : Analisis Bentuk, Fungsi, dan Makna. Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

[thumbnail of Tesis] Text (Tesis)
23 S2 BW 2005 NI WAYAN GATERI.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (23MB)

Abstract

ABSTRAK
UPACARA NGUSABHA WARGA SIRAM
DI PURA BATU MADEG DI DESA BESAKIН,
KABUPATEN KARANGASEM :
ANALISIS BENTUK, FUNGSI, DAN MAKNA
Adapun judul tesis ini “Upacara Ngusabha Warga Siram di Pura Batu
Madeg Besakih Karangasem, "Analisis Bentuk, Fungsi, dan Makna”. Upacara
Ngusabha Warga Siram yang terlaksana di Pura Batu Madeg Besakih merupakan
salah satu upacara Dewa yadnya yang dilaksanakan oleh umat Hindu setiap tahun
sekali, pada penanggal gasal nemu kajeng sasih kalima. Rumusan masalah penelitian adalah bagaimana bentuk, fungsi, dan makna
Upacara Ngusabha Warga Siram di Pura Batu Madeg Besakih Karangasem.
Tujuan umum penelitian adalah untuk mempertebal keyakinan dan bhakti umat
Hindu kepada Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam
manifestasi-Nya sebagai Dewa Wisnu dan saktinya Dewi Sri. Tujuan khusus
penelitian adalah untuk mengetahui bentuk, fungsi, dan makna Upacara
Ngusabha Warga Siram di Pura Batu Madeg Besakih Karangasem. Manfaat
penelitian adalah manfaat teoretis dan praktis bagi umat Hindu di Bali khususnya
dan umat Hindu Indonesia pada umumnya. Metode penelitian yang digunakan
terutama dalam pengumpulan data primer dan sekunder adalah metode observasi,
wawancara, dokumen, dan kepustakaan. Semua data dianalisis secara kualitatif
deskriptif.
Teori yang digunakan dalam membedah masalah penelitian adalah teori
interaksionisme simbolik, teori fungsional struktural, dan teori religi. Model
penelitian ini adanya budaya tradisional Bali yang memiliki kearifan lokal
tersendiri dengan adanya pengaruh dari India. Agama Hindu yang berkembang di
Bali memiliki tiga kerangka dasar yakni; tattwa, susila dan upacara. Dalam
kaitannya ini, maka upacara Ngusabha Warga Siram di Pura Batu Madeg
Besakih sebagai penerapan agama Hindu di Bali, yang secara khusus diteliti
tentang bentuk, fungsi dan makana.upacaranya.
Hasil penelitian mencakup tiga temuan, pertama, yaitu mengenai bentuk
Upacara Ngusabha Warga Siram pada tahap persiapan, puncak upacara, dan
nyineb karya dengan natab banten ajang agung oleh sembilan pemangku di
kompleks Pura Besakih serta pemaksan Pura Batu Madeg. Bentuk upakaranya
berupa banten bebangkit,jejatah, gayah, gelar sanga, banten daksina, suci, ajang
agung, ajuman, peras, sesayut ratu agung. Pemuput upacara adalah pandita dan
pemangku..
Kedua, fungsi Upacara Ngusabha Warga Siram di antaranya: fungsi
sebagai persembahan, pengampunan, perwujudan Ida Sang Hyang Widhi Wasa
beserta manifestasi-Nya, dan sebagai sarana penyucian. Ketiga, makna Upacara
Ngusabha Warga Siram terdiri atas makna filosofis, teologis, keharmonisan,
kesejahteraan, kemakmuran, serta sebagai korban suci. Masing-masing jenis
upakara memiliki makna masing-masing. Sebagai simpulan penelitian ini, bahwa
Upacara Ngusabha Warga Siram yang dilangsungkan di Pura Batu Madeg
Besakih Karangasem oleh pengempon Pura Batu Madeg besakih dan umat Hindu
adalah salah satu jenis upacara untuk memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi
Wasa, dalam manifestasi-Nya sebagai Dewa Wisnu, agar umat Hindu dianugerahi
kesejahtraan, kemakmuran serta keselamatan secara lahir batin.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Pascasarjana > S2 - Brahma Widya
Depositing User: Unnamed user with username isma
Date Deposited: 26 Mar 2026 10:24
Last Modified: 26 Mar 2026 10:25
URI: http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1245

Actions (login required)

View Item
View Item