TEOLOGI PEREMPUAN DALAM VEDA HINDU (Kajian Manawa Dharmasastra dan Bhagawad Gita)

SANG ANOM SUBADRA, - (2005) TEOLOGI PEREMPUAN DALAM VEDA HINDU (Kajian Manawa Dharmasastra dan Bhagawad Gita). Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

[thumbnail of Tesis] Text (Tesis)
26 S2 BW 2005 SANG ANOM SUBADRA.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (13MB)

Abstract

ABSTRAК
Subadra, Sang Anom, 2004. Teologi Perempuan Dalam Veda Hindu. Tesis
Program Magister Agama STAHN Denpasar.
Hindu memiliki empat tahap obyek kehidupan, Dharma, Artha, Kama dan
Moksa, empat tatanan sosial yaitu : Brahmana, Ksatria, Waisya dan Sudra dan
empat rangkaian kehidupan, yaitu : Brahmacari, Grhasta, Wanavrasta dan
Samnyasin. Ketiga tahap di atas disebut catur Purusaartha, Catur Warna dan Catur
Asrama, dimana diantaranya bersumber pada kitab suci Manawa Dharmasastra
dan Bhagavad Gita.
Agama-agama di dunia modern, menghadapi tantangan berupa
kebebasan,kemiskinan, obat-obatan terlarang (narkoba), kekuasaan dan
kenakalan/kebejatan.Demikian juga dengan agama Hindu, diterpa oleh tantangan
tersebut. Kepemimpinan Hindu yang didominasi kaum laki-laki, perlu
memberikan ruang dan waktu kepada kaum perempuan. Mengingat kaum
perempuan tidak kalah dalam kemampuan akal budi, kemampuan menentukan diri
dan keterikatannya pada tanggung jawab, Bagaimana Manawa Dharmasastra dan
Bhagawad Gita membingkai kaum perempuan dalam pengembangan kemampuan
akal budinya, kebebasan dan keterikatan pada tanggungjawabnya dari ajaran
ajaran Teologi dalam kitab Manawa Dharmasastra dan Bhagawad Gita menjadi
fokus penelitian ini
Adapun latar belakang masalahnya terletak pada kadar intelektualitas dan
kadar emosionalitas yang berhadapan dengan perkembangan zaman, dimana
orang tidak dapat menerima pengekangan terhadaap nalarnya. Perempuan mulai
mempersoalkan adanya legitimasi dari budaya, struktur sosial dan interpretasi
agama. Budaya patriarki menjadikan perempuan orang kedua.
Adapun tujuannya adalah untuk memahami teologi perempuan dalam
Manawa Dharmasastra dan Bhagavad Gita untuk dapat disumbangkan dalam
rangka mewujudkan kehidupan harmonis antara individu, lingkungan dan
Tuhannya.
Landasan teorinya adalah teori Hermeneutika dan pendekatan teologis.
Hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini, bahwa Manawa
Dharmasastra merupakan tatanan kehidupan beragama Hindu, dimana slokaslokanya masih ada yang perlu dikaji. Sedangkan Bhagavad Gita kebenarannya
bersifat universal.
Berdasarkan hasil penelitian ini sebaiknya Manawa Dharmasastra dikaji
ulang dengan tetap mempertahankan kandungannya yang relevan dengan
perkembangan zaman. Sedangkan Bhagavad Gita merupakan salah satu dasar
memperbaiki paradigma hidup keagamaan, membela kaum lemah, menghadirkan
suasana sorga di bumi, menjadi pelopor perbaikan spiritual dan bekerjasama
memberantas kejahatan serta menebar kebaikan.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Pascasarjana > S2 - Brahma Widya
Depositing User: Unnamed user with username isma
Date Deposited: 26 Mar 2026 10:35
Last Modified: 26 Mar 2026 10:36
URI: http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1248

Actions (login required)

View Item
View Item